Page 424 - Konstitusionalisme Agraria
P. 424

berdasarkan penggolongan penduduk, yaitu golongan Eropa, pribumi
            dan Timur Asing. Pada masa itu berlaku pula sistem hukum yang
            beragam berdasarkan golongan-golongan penduduk. Pada penduduk
            pribumi sendiri selain berlaku hukum adat, berlaku pula hukum
            Islam pada tempat-tempat tertentu dimana penduduk beragama
            Islam banyak dan ajaran Islam diamalkan secara kuat. Konsepi
            HMN yang terdapat di dalam UUPA memiliki semangat untuk
            mengatasi pluralitas hukum dan menggantikannya dengan unifikasi
            hukum agraria. UUPA hadir untuk melakukan penyederhanaan
            dan unifikasi di bidang hukum pertanahan, serta menempatkan
            pemerintah pusat sebagai titik sentral dari pengurusan tanah dan
            sumber daya alam lainnya. Sementara itu, Konsepsi Konstitusional
            Penguasaan Negara hadir pada masa dimana unifikasi hukum dan
            sentralistik pemerintahan dianggap sebagai salah satu problem
            konflik dan ketidakadilan. Pada masa paska Orde Baru ini, semangat
            pluralisme hukum menguat dan menjadi salah satu prinsip dalam
            Ketetapan MPR No. IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan
            Pengelolaan Sumber Daya Alam. Pada periode ini pula desentralisasi
            yang menghendaki perimbangan kekuasaan antara pemerintah pusat
            dan daerah menguat, khususnya berkaitan dengan pengurusan tanah
            dan sumber daya alam lainnya.
                 Dalam kaitannya dengan tanah-tanah penduduk pribumi dan
            masyarakat adat, secara konseptual sebenarnya Prinsip Domein
            Verklaring memiliki tujuan untuk membatasi penguasaan negara
            karena domain negara dibatasi bila pada tanah tersebut telah ada
            pemiliknya. Namun dalam praktiknya pembatasan ini tidak berhasil
            melindungi hak penduduk pribumi dan masyarakat adat karena
            tafsir bagi keberlakuan Prinsip Domein Verklaring sangat luas
            termasuk pula pada tanah-tanah yang tidak dikelola secara intensif
            oleh penduduk pribumi. Selain itu, penguasa kolonial tidak pernah
            memfasilitasi secara massif dilakukannya pendataan terhadap tanah-
            tanah hak milik, baik hak milik berdasarkan hukum barat maupun
            berdasarkan hukum penduduk pribuim. Pengabaian terhadap upaya
            pendataan tanah-tanah penduduk semakin memperluas rentang
            kendali Prinsip Domein Verklaring.


                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     393
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429