Page 419 - Konstitusionalisme Agraria
P. 419

penggunaan, persediaan dan pemeliharaan bumi, air dan ruang
            angkasa tersebut; (b)  Menentukan dan mengatur hubungan-
            hubungan hukum antara orang-orang dengan bumi, air dan ruang
            angkasa; dan (c) Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan
            hukum antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang
            mengenai bumi, air dan ruang angkasa.”
                 Ketiga, tiga tingkatan penguasaan negara. Berdasarkan lima
            bentuk kewenangan penguasaan negara tersebut, Mahkamah
            Konstitusi mengkonstruksi terdapat tiga tingkatan penguasaan
            negara. Klasifikasi ke dalam tiga derajat penguasaan negara
            itu menentukan seberapa besar intervensi pemerintah dalam
            pemanfaatan tanah dan sumber daya alam  lainnya untuk
            dipergunakan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Intervensi
            negara yang paling kuat adalah ketika pemerintah terlibat langsung
            dalam pengelolaan tanah dan sumber daya alam lainnya. Pada
            titik ini, negara tidak saja menguasai, melainkan juga menjadi
            pemilik, yaitu melalui kepemilikan saham dalam perusahaan.
            Sehingga, pada tahap ini negara tidak saja berposisi sebagai badan
            publik, melainkan juga diperlakukan sebagai badan privat yang
            dapat menjadi pengemban hak milik perdata. Pada tingkat sedang
            terdapat kewenangan untuk membuat kebijakan dan tindakan
            pengurusan. Pembuatan kebijakan dilakukan pemerintah dengan
            merumuskan dan mengadakan kebijakan  tentang penguasaan,
            penyediaan, pemanfaatan tanah dan sumber daya alam lainnya.
            Kebijakan dapat pula dilakukan oleh pemerintah dengan menyusun
            perencanaan -perencanaan maupun mengeluarkan dan mencabut
            fasilitas perizinan (vergunning), lisensi (licentie), dan konsesi
            (concessie). Tingkatan paling minimal dari penguasaan negara
            adalah pengaturan dan pengawasan. Pengaturan dilakukan oleh
            pemeritah maupun pemerintah daerah mulai dari pembuatan
            undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah dan
            peraturan serta keputusan yang bersifat mengatur hubungan hukum
            antara pemerintah, swasta dan masyarakat terhadap tanah dan
            sumber daya alam lainnya. Sedangkan pengawasan dilakukan oleh
            pemerintah dalam rangka mengawasi, mengevaluasi, melakukan


               388     Konstitusionalisme Agraria
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424