Page 417 - Konstitusionalisme Agraria
P. 417

perusahaan asing serta melakukan perombakan penguasaan tanah
            untuk kemudian dijadikan sebagai objek melakukan land reform.
            Peran negara, dalam hal ini pemerintah pusat yang kuat, juga
            mempergunakan konsepsi ini untuk meneguhkan unifikasi hukum
            agraria. Oleh karena itu pula, meskipun mendasari berasal dari
            hukum adat, UUPA kemudian menjadi sarana untuk melakukan
            penataan hukum agraria yang baru berlandaskan pada unifikasi
            dan kesederhanaan hukum yang bersifat nasional. Kemudian pada
            masa Orde Baru, konsep HMN itu menjadi dalih bagi perampasan-
            perampasan tanah rakyat atas nama pembangunan untuk mencapai
            pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh Pemerintah.
                 Pada gilirannya, konsep HMN dijadikan sebagai sasaran dan
            biang keladi dari konflik-konflik agraria yang mengorbankan petani-
            petani kecil. Selain itu, konsep HMN juga menjadi sasaran kritik
            yang paling sentral bagi gerakan masyarakat adat yang kehilangan
            hak-hak nya atas tanah, wilayah dan sumber daya alam diakibatkan
            dari kebijakan negara yang merampas tanah mereka baik untuk
            keperluan ekstraksi maupun konservasi yang dilakukan atas dalih
            ada hak menguasai negara yang seakan membenarkan semua
            kesewenang-wenangan penguasa.



            Konsepsi Konstitusional Penguasaan Negara

            Mahkamah Konstitusi telah mengambil peranan penting dalam
            menghadirkan suatu cara baru memahami konsepsi penguasaan
            negara atas tanah dan sumber daya alam lainnya. Lewat berbagai
            putusannya dapat ditarik benang merah mengenai bagaimana
            semestinya penguasaan negara atas tanah dan sumber daya alam
            dimaknai. Mahkamah Konstitusi memberikan penafsiran-penafsiran
            baru terhadap ketentuan konstitusi mengenai penguasaan negara
            atas tanah dan sumber daya alam serta hubungannya dengan hak-hak
            warga negara dalam menjawab berbagai persoalan konstitusional
            yang dihadapkan kepadanya.
                 Dalam berbagai putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, istilah
            “Hak Menguasai Negara” hampir tidak pernah dipergunakan, kecuali



               386     Konstitusionalisme Agraria
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422