Page 431 - Konstitusionalisme Agraria
P. 431

orang di kampung yang mempertahankan atau memperjuangkan
            haknya atas tanah untuk dikembalikan. Sementara itu, pemerintah
            dengan cekatan memberikan banyak sekali konsesi dan lisensi
            kepada pihak swasta untuk melakukan ekploitasi atas tanah dan
            sumber daya alam. Masyarakat menjadi semakin terdesak, jumlah
            petani dan lahan pertanian menyusut drastis. Kebutuhan pangan
            dalam negeri tidak mencukupi dan ditutupi dengan mengadakan
            impor pangan.
                 Bagian ini dimulai dengan pembahasan mengenai semakin
            kronis dan meluasnya konflik terkait dengan tanah dan sumber
            daya alam. Kebijakan pemerintah neoliberal yang pro kepada
            menjadi salah satu penyebab berkurangnya lahan-lahan pertanian
            produktif di kampung-kampung karena lahan tersebut diberikan
            kepada perusahaan dalam bentuk konsesi perkebunan, izin usaha
            kehutanan maupun pertambangan. Selanjutnya dibahas mengenai
            langkah yang perlu dilakukan untuk menjadikan Konstitusi Agraria
            Indonesia berubah menjadi Konstitusi Reforma Agraria Indonesia.
            Hal yang perlu diperhatikan mulai dari pembatasan mengenai
            konsepsi HMN yang selama ini telah terbenam dalam alam bahwa
            sadar penyelenggara negara sebagai warisan otoritarianisme
            Orde Baru. Selain itu diperlukan penguatan dasar konstitusional
            bagi reforma agraria, penataan legislasi dan kelembagan untuk
            mendukung pelaksanaan reforma agraria. Bagian akhir membahas
            mengenai pentingnya menjadikan cara pandang dan cara bertindak
            berlandaskan konstitusionalisme dan reforma agraria untuk
            mewujudkan konstitusionalisme reforma agraria, yaitu paham
            reforma agraria yang ditujukan untuk mewujudkan cita-cita keadilan
            agraria yang berbasis kepada konstitusi.


            Dari Keresahan Agraria ke Kecemasan Agraria

            Persoalan konflik agraria bukan merupakan persoalan baru. Bahkan
            persoalan tersebut telah ada sejak masa kolonial di kepulauan
            Indonesia. Konflik agraria telah menjadi sasaran kritik sekaligus
            alasan mengapa para pejuang kemerdekaan menghendaki hadirnya



               400     Konstitusionalisme Agraria
   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436