Page 434 - Konstitusionalisme Agraria
P. 434
41 perusahaan pada lokasi megaproyek Merauke Integrated Food
and Energy Estate (MIFEE). Sebanyak 64,2 juta hektar tanah (33,7%
daratan) telah diberikan izin kepada perusahaan pertambangan
mineral dan batubara. Ironisnya masih banyak warga negara yang
tidak memiliki akses dan hak atas tanah dan sumber daya alam
lainnya. Terdapat 28 juta Rumah Tangga Petani (RPT) yang ada di
Indonesia, 6,1 juga RTP di Pulau Jawa, yang tidak memiliki lahan
pertanian sama sekali dan 5 juta RTP tak bertanah berada di luar Pulau
Jawa. Sedangkan bagi petani yang memiliki tanah, rata-rata luas lahan
kepemilikannya hanya 0,36 hektar. Data dari Komnas HAM bersama
dengan Konsorsium Pembaruan Agraria dan Wahana Lingkungan
Hidup itu menyimpulkan bahwa secara nasional terdapat sekitar 32
juta buruh tani dan 90 juta jiwa adalah petani subsisten.
Lebih lanjut disampaikan bahwa konflik-konflik yang terjadi
memiliki empat karakteristik. Pertama, konflik tersebut bersifat
kronis, massif dan meluas; berdimensi hukum, sosial, politik dan
ekonomi; kedua, konflik agraria yang bersifat struktural, dimana
penyebab utamanya terjadi dikarenakan kebijakan-kebijakan
pemerintah dalam penguasaan dan penggunaan tanah serta
pengelolaan SDA; ketiga, penerbitan izin-izin usaha penggunaan
tanah dan pengelolaan SDA tidak menghormati keberagaman
hukum yang menjadi dasar dari hak tenurial masyarakat; dan
keempat konflik-konflik tersebut merupakan pelanggaran HAM.
Situasi tersebut menghendaki perlu dilakukan penataan ulang
penguasaan, pemilikan, peruntukan dan penggunaan tanah dan
sumber daya alam lainnya. Pada titik itulah istilah reforma agraria
menjadi relavan diajukan. Reforma agraria merupakan tindakan
korektif terhadap situasi ketimpangan penguasaan tanah dan sumber
daya alam lainnya. Oleh karena itu, reforma terkait dengan tujuan
untuk menciptakan keadilan agraria. Reforma agraria bukan saja
dilakukan untuk melakukan perubahan atau pembaruan, tetapi
memastikan bahwa perubahan dan pembaruan tersebut ditujukan
untuk memperbaiki keadaan dan memberikan kesempatan yang
sebesar-besarnya kepada petani dan kelompok-kelompok di dalam
Konstitusionalisme dan Reforma Agraria 403

