Page 439 - Konstitusionalisme Agraria
P. 439

dijamin di dalam konstitusi. Dengan kata lain pemaknaan terhadap
            penguasaan negara atas tanah dan sumber daya alam lainnya (Pasal
            33 ayat 2 dan 3 UUD 1945) harus dibahas satu nafas ketentuan
            konstitusi yang menjamin hak milik privat (Pasal 28H ayat 1) dan
            hak ulayat masyarakat adat (Pasal 18B ayat 2 UUD 1945). Relasi
            antara ketiga konsep hubungan hukum atas tanah tersebut berada
            dalam edar konstitusional dimana yang satu tidak semena-mena bisa
            menegasikan yang lain.


            Penguatan Dasar Konstitusional Reforma Agraria

            UUD 1945 telah menjadi dasar bagi pengaturan hubungan-hubungan
            keagrarian sehingga dapat disebut sebagai konstitusi agraria. Konsepsi
            penguasaan negara atas tanah dan sumber daya alam lainnya serta
            pengaturan mengenai jaminan hak milik individu dan hak komunal
            masyarakat adat di dalam kontitusi menunjukan bahwa konstitusi
            Indonesia telah memadai sebagai konstitusi agraria. Namun
            ketentuan yang sudah ada membutuhkan cara penafsiran baru agar
            bisa dipergunakan sebagai dasar untuk melancarkan agenda reforma
            agraria. Pemaknaan konstitusi sebagai dasar melakukan reforma
            agraria bisa hadir dalam legislasi, kebijakan serta program pemerintah
            atau suatu penafsiran progresif dari Mahkamah Konstitusi dalam
            memberikan makna terhadap ketentuan di dalam konstitusi. Selain
            itu, penguatan dasar reforma agraria bisa pula dilakukan secara formal
            dengan perubahan atau amandemen konstitusi.
                 Perubahan konstitusi melalui amandemen secara formal
            menunjukan perubahan yang fundamental bukan saja terhadap
            norma melainkan juga terhadap cara berkonstitusi. Amendemen
            formal adalah cara yang paling tegas untuk memperkuat dasar
            reforma agraria sebab perubahan terhadap norma konsititusi
            bukanlah proses yang biasa melainkan proses yang luar biasa yang
            menghendaki adanya konsensus tingkat tinggi atas suatu desain
            konstusional yang hendak dijalankan. Namun persoalannya untuk
            melakukan amandemen konstitusi di Indonesia secara prosedural
            tidaklah mudah dikarenakan perubahan tersebut harus diusulkan



               408     Konstitusionalisme Agraria
   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444