Page 444 - Konstitusionalisme Agraria
P. 444

daya alam serta mencabut, mengubah dan/atau  mengganti  semua
                 undang-undang  dan  peraturan  pelaksanaannya  yang tidak sejalan
                 dengan Ketetapan ini.”

                 Ketetapan tersebut secara tegas menghendaki bahwa hasil dari
            pengkajian ulang tersebut adalah mencabut, mengubah dan/atau
            mengganti undang-undang yang tidak sejalan dengan ketetapan
            MPR tersebut. Pemerintah memang telah mengubah dan membuat
            undang-undang baru di bidang tanah dan sumber daya alam lainnya.
            Bahkan dalam kurun waktu 1999-2013 pemerintah dan DPR telah
            mengundangkan lebih dari tiga puluh undang-undang terkait
            dengan tanah dan sumber daya alam.  Namun kehadiran banyak
                                                79
            undang-undang tersebut tidak terlebih dahulu dilakukan dengan
            suatu pengkajian yang serius untuk menjalankan prinsip-prinsip
            pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam sebagaimana
            terdapat di dalam Ketetapan MPR No. IX/MPR/2001. Bahkan bila
            ditilik dari substansi dan orientasinya banyak undang-undang yang
            lahir setelah ketetapan tersebut malah bertentangan dengan prinsip-
            prinsip reforma agraria dan pengelolaan sumber daya alam.
                 Oleh karena kehadiran undang-undang tersebut tidak
            didasarkan sebagai penjabaran dari semangat pembaruan agraria
            dan pengelolaan sumber daya alam, maka yang terjadi adalah
            sektoralisasi dan pencabaran dalam pengurusan tanah dan sumber
            daya alam lainnya. Konflik antara sektor semakin meruncing. Urusan
            tanah dan sumber daya alam lainnya semakin dicacah-cacah pada
            hal-hal yang spesifik sehingga tidak dipandu dan dikontrol oleh
            semangat keadilan agraria.
                 Melihat situasi itu, maka amanat untuk melakukan pengkajian
            ulang semua undang-undang di bidang tanah dan sumber daya alam
            sebagaimana dikehendaki oleh Ketetapan  MPR No. IX/MPR/2001
            masih relevan untuk dilakukan. Hanya saja pengkajian ulang
            tersebut perlu dimaknai kembali agar memperoleh makna yang
            lebih tegas. Pertama, pengkajian ulang terhadap undang-undang di
            bidang tanah dan sumber daya alam lainnya harus dilakukan dengan


                 79 Lihat daftar undang-undang dalam lampiran buku ini.

                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     413
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449