Page 449 - Konstitusionalisme Agraria
P. 449

pembiayaan yang lebih besar dan penyiapan yang infrastruktur yang
            memadai bagi lembaga untuk bisa langsung bekerja.
                 Gagasan  kelembagaan  lain yang  bisa diajukan untuk
            penyelenggaraan reforma agraria adalah memberikan kewenangan
            untuk menyelenggarakan reforma agraria di bawah lembaga negara
            tetap setingkat kementerian. Hal ini bertalian dengan penataan
            ulang kementerian negara yang selama ini telah dikembangkan
            menjadi lembaga yang tersektoral. Untuk mengatasi sektoralisme
            tersebut, maka diperlukan upaya untuk melakukan konsolidasi
            dan memperkuat koordinasi. Selama ini cara yang ditempuh oleh
            pemerintah untuk memperlancar program-program pembangunan
            adalah dengan membentuk Kementerian Koordinasi. Pengalaman ini
            sudah dimulai sejak masa Presiden Soeharto dan diteruskan sampai
            dengan masa kepemimpinan Presiden paska Orde Baru.
                 Penataan kelembagan itu bisa dilakukan dengan membentuk
            Kementerian Koordinator bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan
            Hidup (Kemenko SDA-LH). Mengapa gagasan ini penting?
            Setidaknya ada dua argument utama. Pertama, pembentukan
            Kemenko SDA-LH dapat mengurangi persoalan sektoralisme
            dalam pengurusan tanah dan sumber daya alam lainnya. Selama ini
            banyak kementerian di bidang tanah dan sumber daya alam lainnya
            diletakan di bahwa Kementerian Koordinator Perekonomian.
                                                                          81
            Peletakan kementerian negara di bawah Kementerian Koordinator
            Perekonomian mereduksi keberadaan tanah dan sumber daya alam
            lainnya sebagai komponen ekonomi belaka. Padahal keberadaan
            tanah dan sumber daya alam lainnya selain dipoisisikan sebagai
            faktor ekonomi, harus pula dimaknai sebagai persoalan keadilan
            sosial yang menyangkut persoalan distribusi tanah dan sumber daya
            alam lainnya. Bagi kelompok masyarakat adat, keberadaan tanah



                 81 Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014) di bawah Presiden Susilo Bambang
            Yudhoyono, kementerian yang berkaitan dengan tanah dan sumber daya alam lainnya yang
            berada di bawah Kementerian Koordinator bidang Perekonomian antara lain Kementerian
            Kehutanan, Kementerian Energi  dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan  dan
            Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum (Ditjen Penataan Ruang serta Ditjen Sumber Daya
            Air), Kementerian Pertanian, dan Badan Pertanahan Nasional. Sementara itu Kementerian
            Lingkungan Hidup berada di bawah Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

               418     Konstitusionalisme Agraria
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454