Page 454 - Konstitusionalisme Agraria
P. 454

memverifikasi dan memberkas kasus-kasus konflik agraria yang
            diadukan oleh kelompok masyarakan secara kolektif; (b) Membuat
            dan  menyampaikan  rekomendasi  penyelesaian  kasus-kasus konflik
            agraria  tersebut  kepada  para  pihak  yang  terlibat  di  dalam konflik;
            (c) Memfasilitasi  penyelesaian  konflik  melalui  mediasi,  negosiasi
            dan arbitrasi; (d) Menyusun  rancangan  peraturan  perundang-
            undangan  dan kelembagaan  untuk  penyelesaian  konflik  agraria
            dan  pelaksanaan pembaruan agraria; dan (e) Melakukan sosialisasi,
            koordinasi dan kerjasama dengan badan-badan pemerintah maupun
            non-pemerintah dalam rangka pencapaian tujuan Komisi.
                                                                  82
                 KNuPKA digagas untuk menyelesaikan permasalahan konflik
            agraria melalui mediasi, negosiasi dan arbitrasi. Jadi bukan ditujukan
            sebagai lembaga yudisial yang akan memberikan putusan mengenai
            siapa yang paling berhak atas tanah yang disengketakan. Gagasan
            pembentukan KNuPKA disampaikan kepada Presiden Megawati
            Soekarnoputri pada tahun 2004, tetapi usulan tersebut tidak
            ditindaklanjuti dengan pembentukan kelembagaan KNuPKA.
            Sebagai gantinya, Presiden memberikan kewenangan untuk
            menyelesaikan sengketa, konflik dan perkara pertanahan kepada
            Badan Pertanahan Nasional.

                  Kebutuhan akan hadirnya kelembagaan penyelesaian konflik
            agraria tidak pernah surut. Dalam RUU Pertanahan yang dipersiapkan
            oleh DPR pada tahun 2013-2014, direncanakan pula pembentukan
            Pengadilan Pertanahan. Gagasan serupa juga disampaikan oleh
            Elza Syarief dalam bukunya yang berjudul Menuntaskan Sengketa
            Tanah Melalui Pengadilan Khusus Pertanahan (Syarief, 2014).
            Pembentukan Pengadilan Pertanahan adalah kebutuhan mendesak
            untuk mengatasi lemahnya institusi peradilan yang saat ini tersedia
            (Syarief, 2014:413).
                 Sementara itu, DPD RI mengusulkan pembentukan Pengadilan
            Agraria (Arizona, 2014:xi-xvii). Pengadilan Agraria yang digagas oleh

                 82 Selengkapnya mengenai KNuPKA  dapat  dibaca Naskah  Akademik Penyelesaian
            Konflik  Agraria  dan  Usulan  Pelembagaannya  di  Indonesia.  Disiapkan  oleh  Tim  Kerja
            Menggagas Pembentukan  Komisi Nasional untuk Penyelesaian Konflik Agraria (KNuPKA)
            yang dibentuk oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta: Konsorsium
            Pembaruan Agraria, 2004.

                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     423
   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459