Page 455 - Konstitusionalisme Agraria
P. 455

DPD RI memiliki cakupan persoalan yang lebih luas bukan saja untuk
            menyelesaikan masalah pertanahan, tetapi menyelesaikan sengketa
            dan konflik yang timbul akibat adanya perselisihan mengenai hak
            atau kepentingan terkait penguasaan, pemilikan dan pemanfaatan
            sumber daya agraria di bidang pertanahan, kehutanan, perairan,
            dan pertambangan. Pengadilan Agraria yang diusulkan oleh DPD
            RI memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa hak
            dan sengketa kepentingan (konflik agraria). Sengketa hak adalah
            perselisihan yang timbul karena adanya pelanggaran terhadap hak
            penguasaan, kepemilikan dan pemanfaatan sumber daya agraria
            yang dimiliki perseorangan atau badan hukum. Sementara itu
            sengketa kepentingan adalah perselisihan yang timbul karena adanya
            ketimpangan dan ketidakadilan dalam penguasaan, kepemilikan
            dan pemanfaatan dibidang sumber daya agraria antara kelompok
            masyarakat dengan orang atau badan hukum yang menguasai
            sumber daya agraria dalam skala besar.
                 Pembagian kedalam dua jenis sengketa itu menjadikan
            Pengadilan Agraria ini berbeda karena lembaga ini tidak saja
            menyelesaikan sengketa karena adanya pertentangan klaim
            atas sumber-sumber agraria yang umumnya bersifat individual,
            tetapi juga menangani sengketa kepentingan yang terjadi karena
            ketimpangan dan ketidakadilan agraria. Jenis sengketa kepentingan
            ini bersifat struktural dan umumnya kolektif atau komunal yang
            melibatkan banyak orang. Dalam hal ini termasuk pula mengadili
            perampasan tanah yang dapat timbul dari pelaksanaan kebijakan
            oleh pemerintah. Selama ini sengketa kepentingan, atau dengan
            kata lain konflik agraria, tidak bisa disentuh oleh lembaga peradilan
            yang tersedia. Dengan diterimanya kewenangan Pengadilan Agraria
            untuk menangani sengketa kepentingan (konflik agraria), maka
            konflik agraria yang selama tidak terselesaikan dengan baik bisa
            diajukan ke pengadilan agraria.
                 Selain itu, lingkup sengketa agraria yang diadili melalui
            Pengadilan Agraria adalah sengketa yang menyangkut penguasaa,
            pemilikan, dan pemanfaatan sumber daya alam yang meliputi
            bidang pertanahan, kehutanan, perairan, dan pertambangan. Empat


               424     Konstitusionalisme Agraria
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460