Page 458 - Konstitusionalisme Agraria
P. 458

dikenal pula dengan asas pembuktian terbalik merupakan terobosan
            hukum yang paling mendasar dalam sistem hukum Indonesia.
                 Gagasan untuk melahirkan pengadilan agraria harus diletakan
            pada konteks sosial dimana permasalahan sengketa dan konflik
            agraria telah berlangsung semakin massif dan meluas. Negara harus
            hadir melakukan intervensi untuk mengatasi hal tersebut sebelum
            situasi lebih jauh tampil dalam bentuk keresahaan agraria yang
            semakin parah. Tugas pemerintah untuk menghadirkan mekanisme
            penyelesaian permasalahan agraria merupakan langkah strategis
            untuk memenuhi jaminan keadilan sosial dan keadilan agraria yang
            terdapat di dalam Pancasila dan UUD 1945.
                 UUD 1945 telah memberikan dasar bahwa hak milik atas
            tanah, hak mendapatkan manfaat, penghidupan yang layak serta
            memperoleh manfaat dari penggunaan sumber-sumber agraria
            merupakan hak konstitusional warga negara atau kewarganegaraan
            (citizenship). Dengan demikian, konsep kewarganegaraan tidak bisa
            hanya direduksi sebagai status identitas sebagai warga dari suatu
            negara, melainkan sebuah konsepsi mengenai sekumpulan hak-hak
            kewarganegaraan (the bundle of citizens’ rights), termasuk hak atas
            tanah dan sumber daya alam lainnya. Penegasan bahwa hak atas tanah
            dan sumber daya agraria lainnya merupakan hak kewarganegaraan
            merupakan fondasi penting untuk melakukan penataan hubungan
            antara rakyat dan negara. Ketika hak atas tanah sumber daya agraria
            lainnya merupakan hak kewarganegaraan, maka secara timbal balik
            adalah kewajiban dari negara untuk menghormati, melindungi dan
            memenuhi hak warga negara tersebut. Dengan demikian, negara harus
            mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi pelanggaran
            hak warga negara atas tanah dan sumber-sumber agraria lainnya.
                 Inisiatif DPD RI untuk menyiapkan Rancangan Undang-
            Undang Pengadilan Agraria merupakan upaya untuk menghadirkan
            negara sebagai pihak yang memiliki tanggungjawab dalam
            menyelesaikan sengketa dan konflik agraria. Dalam diskursus hak
            asasi manusia, pembentukan pengadilan sebagai sarana untuk
            menegakan hak asasi manusia merupakan langkah untuk membuat
            hak asasi manusia menjadi dapat dibenarkan (justiciability of human


                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     427
   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463