Page 457 - Konstitusionalisme Agraria
P. 457

mediasi atau konsiliasi. Berbeda dengan mediasi yang selama ini
            dikenal dalam pengadilan perdata adalah mengenai mediator atau
            konsilitair dan mengenai batas waktu. Mediator dalam proses ini
            bisa dilakukan langsung oleh hakim atau oleh mediator lain yang
            disetujui oleh pihak bertikai di bawah pengawasan hakim. Batas
            waktu mediasi dan konsiliasi pun lebih panjang bisa mencapai 90
            hari dengan perpanjangan bila ada kemajuan-kemajuan dalam proses
            penyelesaian
                 Keempat, bukti tidak tertulis. Aspek khusus lain yang diatur
            dalam hukum acara adalah diakuinya bukti-bukti tidak tertulis
            sebagai basis klaim masyarakat dalam sengketa dan konflik agraria.
            Selama ini masyarakat selalu dikalahkan karena peradilan formal
            mengandalkan bukti-bukti formal terutama surat dan sertipikat
            tanah yang seringkali tidak dimiliki oleh masyarakat. Tidak ada
            bukti tertulis bukan berarti masyarakat tidak memiliki tanah yang
            disengketakan. Oleh karena itu, alat bukti yang diperluas sampai
            pada bukti-bukti informal atau non-formal menjadi penting untuk
            mencapai kebenaran materil dalam penyelesaian sengketa dan
            konflik agraria.
                 Kelima, pembalikan beban pembuktian. Pada umumnya
            pengadilan yang bersifat perdata memberikan beban pembuktian
            kepada pihak yang mengajukan gugatan. Siapa yang menggugat
            dialah yang harus mengajukan bukti dan dalil-dalil dari gugatannya.
            Namun berbeda dalam pengadilan agraria, khususnya untuk
            sengketa kepentingan (konflik agraria), beban pembuktian bisa
            dikenakan kepada pihak tergugat. Dalam hal ini ketika satu
            kelompok masyarakat sedang mengalami sengketa kepentingan
            (konflik agraria) karena wilayah mereka diklaim oleh Kementerian
            Kehutanan sebagai kawasan hutan, maka kelompok masyarakat itu
            bisa mengajukan gugatan kemudian pihak kementerian kehutanan
            terlebih dahulu harus memaparkan bukti secara sahih bahwa
            wilayah yang diklaimnya itu secara prosedural telah dilakukan sesuai
            dengan peraturan perundang-undangan dan melibatkan partisipasi
            masyarakat. Diterimanya pembebanan terbalik pembuktian atau




               426     Konstitusionalisme Agraria
   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462