Page 447 - Konstitusionalisme Agraria
P. 447

Konsolidasi dan Penataan Ulang Kementerian Negara
            Perubahan kelembagaan negara merupakan salah satu prasyarat
            dalam melakukan reforma agraria. Perubahan dimaksud bisa
            dilakukan dengan pembentukan kelembagaan baru atau perubahan
            cara menjalankan lembaga yang sudah tersedia untuk melaksanakan
            agenda reforma agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Dalam
            kaitannya dengan kelembagaan ini, terdapat negara yang membentuk
            lembaga ad hoc ataupun membentuk lembaga permanen untuk
            menjalankan reforma agraria. Hal ini berkaitan dengan cara
            bagaimana memandang reforma agraria, apakah reforma agraria
            dianggap sebagai tindakan koreksi yang sporadik, mendasar, segera,
            dan sementara atau dipandang sebagai pembenahan yang dilakukan
            secara sistematis, perlahan, dan membutuhkan waktu yang lama.
                 Afrika Selatan menjalankan land reform dengan membentuk
            lembaga ad hoc yang disebut National Land Committee. Komisi
            nasional itu memiliki tiga kewenangan, yaitu kewenangan
            untuk melakukan penyelidikan dan mendorong perumusan
            kebijakan berkaitan dengan land reform hanya di Afrika Selatan;
            membangun dan memperluas hak atas tanah dan sumber daya terkait
            pembangunan untuk masyarakat dirampas dan direbut sebagai
            akibat dari kebijakan apartheid; dan membantu dalam membangun
            organisasi masyarakat di dalam dan di masyarakat sehingga bahwa
            hak atas tanah dapat ditegakkan dan dipertahankan (Camay dan
            Gordon, 2000:6). Sementara itu di Filipna, urusan mengenai
            reforma tidak diberikan kepada komisi ad hoc, melainkan badan
            pemerintahan tetap melalui Department of Agrarian Reform (DAR),
            setingkat kementerian yang sudah dibentuk sejak tahun 1971. Tugas
            utama untuk dari departemen ini adalah melaksanakan program
            reforma agraria yang disebut Comprehensive Agrarian Reform
            Program (CARP) yang digulirkan oleh Presiden Corazon C. Aquino
            pada 10 Juni 1988.
                 Sementara itu di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden
            Soekarno dibentuk Kementerian Agraria. Kementerian Agraria
            sendiri sebenarnya sudah dibentuk pada tahun 1951 dalam masa



               416     Konstitusionalisme Agraria
   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452