Page 440 - Konstitusionalisme Agraria
P. 440

oleh sekurang-kurangnya 1/3 anggota MPR dan baru dibahas
            dalam sidang yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 anggota MPR.
            Sedangkan keputusan untuk merupakan baru bisa diambil bila
            disetujui sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu
            anggota MPR. Terlepas dari prosedur konstitusional tersebut,
            amandemen formal untuk memperkuat dasar pelaksanaan reforma
            agraria yang mengubah UUD 1945 tidak saja sebagai konstitusi agraria,
            melainkan juga konstitusi reforma agraria, perlu mulai diwacanakan.
            Sehingga bila momentum politik untuk melakukan perubahan, atau
            bahkan penggantian konstitusi tiba, gagasan untuk memperkuat
            dasar reforma agraria di dalam konstitusi telah siap diformulasikan.
                 Dalam pengalaman di berbagai negara, agenda reforma agraria
            membutuhkan legalisasi yang kuat dari negara. Bentuk legalisasi
            terkuat dalam sebuah negara adalah dengan mengkonstitusionalisasi
            reforma agraria menjadi rujukan hukum dan pembangunan di suatu
            negara. Pengalaman memperkuat dasar reforma agraria di dalam
            konstitusi pernah dilakukan oleh Filipina di dalam Konstitusi 1987.
            Di dalam Konstitusi 1987 di Filipina ditempatkan satu bagian dengan
            sub-bab Agrarian and Natural Resources Reform sebagai bagian dari
            Article XIII Social Justice and Human Rights. Konstitusi 1987 dibentuk
            dalam periode transisi setelah people power di negeri tersebut
            meruntuhkan rezim pemerintahan Presiden Ferdinand E. Marcos.
                 Dalam Section 4 Article XIII Konstitusi Filipina  dinyatakan
                                                              78
            bahwa negara, berdasarkan hukum, harus melakukan reforma
            agraria yang didasarkan pada hak petani dan buruh tani yang
            tidak memiliki tanah. Negara melakukan distribusi yang adil
            dari semua lahan pertanian agar petani dan buruh tani memiliki
            secara langsung maupun secara kolektif tanah yang mereka garap.


                 78 Section 4., Article XIII Konstitusi Filipina:  The  State  shall,  by  law,  undertake  an
            agrarian reform program founded on the right of farmers and regular farmworkers who are
            landless, to own directly or collectively the lands they till or, in the case of other farmworkers,
            to receive a just share of the fruits thereof. To this end, the State shall encourage and undertake
            the just distribution of all agricultural lands, subject to such priorities and reasonable retention
            limits as the Congress may prescribe, taking into account ecological, developmental, or equity
            considerations, and subject to the payment of just compensation. In determining retention
            limits, the State shall respect the right of small landowners. The State shall further provide
            incentives for voluntary land-sharing.

                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     409
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445