Page 436 - Konstitusionalisme Agraria
P. 436

Dalam kaitannya dengan hal itu, untuk menyediakan situasi
            bagi dilaksanakannya program reforma agraria di Indonesia
            beberapa langkah perlu dilakukan meliputi perubahan konsepsional,
            konstitusional, legal, institusional dan kesiapan dari kelompok
            masyarakat yang akan menggerakan dan memperoleh manfaat dari
            program reforma agraria.



            Pemaknaan Baru mengenai Konsepsi Hak Menguasai Negara
            Konsepsi Hak Menguasai Negara (HMN) masih mengakar kuat
            dalam peraturan perundang-undangan serta cara pandangan yang
            menentukan tindakan-tindakan penyelenggara negara. Tidak jarang
            pengabaian terhadap hak-hak warga negara atas tanah dilakukan
            dengan dalih bahwa negara merupakan penguasa tanah yang
            tertinggi. Sehingga konsepsi ini pun dijadikan sebagai dalih untuk
            membungkam protes-protes warga negara yang mempertahankan
            atau memperjuangkan tanahnya kembali. Atas nama HMN pula
            pengingkaran terhadap hak-hak masyarakat hukum adat atas
            sumber daya alam yang ada diwilayah (tanah ulayatnya) dilakukan
            dan sekaligus memanfaatkannya untuk memberi ruang gerak
            bagi perusahaan-perusahaan besar dengan mengatasnamakan
            pembangunan (KRHN dan KPA, 1998:123). Oleh karena itu diperlukan
            pemaknaan baru yang bisa memberikan batasan-batasan mengenai
            konsepsi dan implementasi konsep HMN. Pembatasan ini sejalan
            dengan pandangan Sri Hayati bahwa untuk masa-masa mendatang
            hendaknya HMN dibatasi secara tegas dan sudah saatnya untuk
            memikirkan alternatif dari HMN agar hak itu bisa menjadi terbatas
            sifatnya dalam konsepsi maupun implementasinya (Hayati, 2003:12).
                 Terdapat beberapa gagasan mengenai pembatasan HMN. Maria
            Sumardjono menghendaki agar kewenangan negara yang bersumber
            pada hak menguasai oleh negara atas tanah dibatasi oleh dua hal.
            Pertama, pembatasan oleh UUD. Pada prinsipnya, hal-hal yang diatur
            oleh negara tidak boleh berakibat terhadap pelanggaran hak-hak
            dasar manusia yang terjamin dalam Undang-Undang Dasar. Kedua,
            Pembatasan yang bersifat substantif. Sesuai dengan Pasal 2 ayat (3)



                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     405
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441