Page 433 - Konstitusionalisme Agraria
P. 433

Salah satu dampak dari  kebijakan  neoliberal adalah
            menurunnya produktivitas dalam negeri. Dalam hal kebutuhan
            pangan, pemerintah semakin terbelenggu dengan impor pangan dari
            luar. Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor produk pertanian
            melonjak 346%, atau empat kali lipat, selama periode 2003-2013.
                                                                          74
            Laju pertumbuhan impor tersebut jauh melampaui laju pertumbuhan
            penduduk selama satu dekade. Pada 2003, jumlah penduduk
            Indonesia sekitar 214 juta. Pada tahun 2013, populasi Indonesia
            menjadi lebih dari 252 juta orang, tumbuh 18% jika dibandingkan
            dengan 2003. Jumlah Rumah Tangga Petani (RPT) juga turun secara
            drastis. Sensus pertanian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik
            (BPS) tahun 2013 menunjukan terjadi pengurangan petani dari yang
            sebelumnya pada tahun 2003 berjumlah 31,17 juta menjadi 26,13 juta
            pada tahun 2013.  Itu berarti telah terjadi pengurangan sebanyak
                            75
            5,07 juta petani dalam kurun waktu 10 tahun. Bila laju penurunan
            ini terus berlanjut dan tidak ada pembenahan, maka Indonesia akan
            kehilangan satu kelas sosial petani pada beberapa dekade kedepan.
                 Belum lagi konflik agraria yang semakin meluas. Komnas
            HAM bersama dengan Konsorsium Pembaruan Agraria dan Wahana
            Lingkungan Hidup menyampaikan data mengenai konflik agraria
            yang terjadi dalam 10 tahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang
            Yudhoyono (2004-2014).  Pada sektor kehutanan ketimpangan
                                    76
            alokasi pemanfaatan sumber daya hutan yang diberikan untuk
            Hutan Tanaman Industri (HTI) mencapai 9,39 juta hektar untuk 262
            unit perusahaan dan HPH untuk 21,49 juta hektar untuk 303 unit
            perusahaan yang berbanding sangat sedikit untuk Hutan Tanaman
            Rakyat (HTR) yang hanya seluas 631.628 hektar.
                 Di bidang perkebunan Pemerintah memberikan sedikitnya
            9,4 juta hektar untuk 600 perusahaan perkebunan kelapa sawit.
            Pengadaan tanah untuk pangan juga terjadi secara massif dan
            cepat, salah satunya pemberian izin seluas dua juta hektar untuk


                 74 Editorial Media Indonesia, “Belenggu Impor Pangan,” Kamis, 14 Agustus 2014.
                 75 “BPS: Jumlah Petani Berkurang,”  Tempo Online. 7 September 2013.   http://www.
            tempo.co/read/news/2013/09/07/092511259/BPSi-Jumlah-Petani-Berkurang
                 76 Pernyataan Pers Komnas HAM, KPA dan Walhi. Penyelesaian Konflik Agraria Wajib
            Jadi Prioritas Jokowi-JK. http://www.kpa.or.id/?p=4641 (9 September 2014).

               402     Konstitusionalisme Agraria
   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438