Page 468 - Konstitusionalisme Agraria
P. 468

EPILOG


                          Melanjutkan Indonesia

                         dengan Reforma Agraria


                                 Noer Fauzi Rachman









            Konstitusi Republik Indonesia, yakni Undang-Undang Dasar
            (UUD) 1945, bukan sekedar perlu disosialisasikan, melainkan
            dipergunakan sebagai rujukan hukum dan pengetahuan bagi
            pejabat publik Pemerintahan Republik Indonesia untuk “melindungi
            segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
            dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
            kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
            berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”
            (bagian Pembukaan UUD 1945). Secara lebih khusus, seiring
            dengan buku Yance Arizona (2014) Konstitusionalime Agraria,
            saya hendak mengajak pembaca untuk memajukan percakapan
            ke “Konstitusionalisme Reforma Agraria”; dan secara khusus
            memulainya dengan mendiskusikan bagaimana kita mengurus
            satu masalah agraria dan pengelolaan sumber daya alam kita, yakni
            konflik-konflik agraria struktural. 84


                 84 Konflik-konflik  agraria  adalah  satu  dari  tiga  masalah  utama,  sebagaimana
            dirumuskan  oleh bagian menimbang butir  c  TAP MPR No. IX/2001  tentang Pembaruan
            Agraria  dan Pengelolaan Sumber Daya  Alam bahwa “pengelolaan  sumberdaya  agraria
            dan  sumberdaya  alam  yang berlangsung  selama ini  telah menimbulkan  penurunan
            kualitas  lingkungan,  ketimpangan  struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan  dan
            pemanfaatannya  serta  menimbulkan  berbagai  konflik”.  Ketiga  masalah  ini  menjadi
            terpelihara keberlangsungannya karena kemelut  tumpang-tindih dan pertentangan antar
            perundang-undangan yang mengatur soal agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Pada
            butir D bagian Menimbang TAP MPR itu ditulis bahwa “peraturan perundang-undangan
            yang  berkaitan  dengan  pengelolaan  sumberdaya  agraria  dan  sumberdaya  alam  saling
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473