Page 473 - Konstitusionalisme Agraria
P. 473
berbasiskan tepung gandum, gula dan minyak sawit). Konsentrasi
penguasaan tanah di desa-desa untuk perkebunan, pertambangan,
kehutanan, hingga kawasan-kawasan konservasi, membuat lahan-
lahan pertanian rakyat berganti, dan memaksa petani keluar dari
usaha pertaniannya. Kondisi-kodisi sosial ekologis yang mampu
memastikan kelanjutan hidup petani semakin lama semakin
merosot, selain semakin lama nilai pasar atas produk pertanian
rakyat semakin kecil di banding dengan nilai pasar dari produks
industri.
Bagi yang mempelajari perubahan agraria di Negara-negara
paska colonial, hal itu bukan sesuatu yang mengagetkan. Petani
dianggap sebagai yang terbelakang, enggan untuk berubah,
hingga resisten menghadapi perkembangan teknologi modern,
dan karenanya mereka perlu dipaksa berubah. Dalam buku Age
of Extremes, The Short Twentieth Century, 1914–1991, sejarawan
terkenal di dunia, Eric Hobsbawm (1994) menulis suatu deklarasi
bahwa “perubahan yang paling dramatis di bagian kedua paruh abad
ini, dan sesuatu yang membedakan kita selamanya dengan masa
lampau, adalah kematian kaum petani (the death of the peasantry)”.
Apa yang dimaksud dengan petani disini seharusnya bukanlah
dipahami sebagai satu golongan yang seragam, walau mereka diikat
oleh karakteristik yang sama sebagai suatu kelompok rakyat di
pedesaan yang hidup dari ragam kegiatan pertanian/peternakan/
perikanan, baik yang sifatnya menetap maupun bergerak, dalam
ragam ekosistem, termasuk persawahan, perladangan, wanatani,
pengumpulan hasil hutan/laut, penggembalaan, dengan unit utama
kepemilikan dan produksinya adalah keluarga.
Deklarasi “kematian petani” yang ditulis Hobswabm di
atas itu menjadi rujukan utama para pelajar perubahan agraria
untuk menunjukkan nasib petani di tengah berbagai arus yang
menghilangkan syarat-syarat keberlangsung hidup mereka di
lingkungan pedesaan. Sisi lain dari “kematian petani” ini adalah
menurunnya jumlah petani dan penduduk pedesaan secara
keseluruhan. Sekarang ini tercatat sekitar 1,2 milyard petani; hanya
tinggal 40 persen dari umat manusia yang hidup di rumah tangga
442 Konstitusionalisme Agraria

