Page 469 - Konstitusionalisme Agraria
P. 469
Karakterisasi Konflik-konflik Agraria Struktural
Umumnya, konflik-konflik agraria struktural itu disebabkan oleh
keputusan-keputusan pejabat publik (Menteri Kehutanan, Kepala
Badan Pertanahan Nasional, Menteri Pertambangan dan Energi),
yang memberi berbagai lisensi (Izin HPH/HPHTI, HGU, Kontrak
Karya Pertambangan, dan lainnya), dan menjadi alas hukum
perusahaan-perusahaan pemegang lisensi untuk menyingkirkan
dan meminggirkan rakyat petani, nelayan, masyarakat adat dari
tanah, sumber daya alam, dan wilayah hidupnya. Mereka itu
menggantungkan kelanjutan hidupnya dengan sistem pertanian
keluarga, perladangan suku, wana-tani, pengembalaan suku,
kebun-hutan bersama, hingga pengelolaan pesisir dan laut secara
adat. Sebagian di antara mereka sibuk untuk terus-menerus
mempertahankan diri dan bertarung melawan perluasan konsesi-
konsesi pertambangan, kehutanan dan perkebunan itu. Produktivitas
mereka yang hidup di sistem-sistem produksi ini, dan layanan alam
yang melingkupinya, cenderung dibiarkan terus merosot begitu saja
oleh pemerintah.
Masalah konflik-konflik atas tanah dan sumber daya alam,
terus menerus diproduksi dan diperparah dengan terus berlanjutnya
kebijakan pemerintah dalam pemberian konsesi–konsesi pada
perusahaan-perusahaan raksasa di bidang pertanahan, kehutanan,
perkebunan, pertambakan, pertambangan, kelautan, dan lainnya.
Pemberian konsesi-konsesi tanah dan sumber daya alam untuk
menghasilkan berbagai komoditas global semakin menjadi andalan
untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi, akumulasi kekayaan
perusahaan-perusahaan, dan perolehan rente dari elite dan
kelembagaan pemerintahan pusat maupun daerah.
Konflik agraria struktural ini akan terus-menerus meletus di
sana-sini, bila sebab-sebabnya belum dihilangkan. Dengan tetap
berlangsung kondisi-kondisi yang melestarikannya, konflik-konflik
agraria ini terus membara, dan semakin kronis dan meluas. Pelajaran
pokok yang hendak saya kemukakan adalah bahwa dalam menangani
tumpang tindih dan bertentangan.”
438 Konstitusionalisme Agraria

