Page 474 - Konstitusionalisme Agraria
P. 474

pertanian rakyat (small-farm household). Jumlah penduduk yang
            hidup di pedesaan menjadi minoritas (Philip McMichael 2012
            “Depeasantization”, dalam The Wiley-Blackwell Encyclopedia of
            Globalization).
                 Dalam peta teori perubahan agraria, deklarasi “kematian
            petani” itu adalah bagian yang disebutnya “tesis pemusnahan”
            (disappearances thesis). Di pedesaan, para petani berubah menjadi
            pekerja-pekerja tanpa memiliki tanah, dan pergi dari desa  menjadi
            bagian dari tenaga kerja dan lapisan kelas pengangguran atau
            setengah pengangguran di kota-kota, sementara itu desa dikuasai
            oleh pengusaha-pengusaha yang mengkonsolidasikan penguasaan
            tanah sebagai dasar dari produksi barang dagangan untuk akumulasi
            modal kekayaan perusahaan kapitalis mereka itu.   Tesis itu,
            diperhadapkan dengan yang disebut “tesis permanen” (permanence
            thesis), yang meyakini bahwa hukum-hukum yang mengarahkan
            masyarakat petani berbeda dengan badan-badan usaha kapitalis
            sebagaimana dirumuskan secara paling gamblang oleh Karl Marx
            dalam Das Kapital (1867). Variasi dari tesis ini mengemukakan
            bahwa sistem ekonomi yang didominasi oleh cara produksi kapitalis
            pada masa perkembangannya memang akan memusnahkan cara
            produksi pertanian rakyat dan kepemilikan tanah oleh rumah tangga
            petani, namun pada tahap tertentu, cara produksi pertanian rakyat
            akan secara struktural dilestarikan sebagai tempat orang miskin
            berada, termasuk karena kebutuhan akan reproduksi tenaga kerja
            secara murah, dan penyediaan barang konsumsi untuk tenaga kerja
            itu (Farshad Araghi 1995 “Global Depeasantization, 1945-1990”
            Sociological Quarterly 36: 337-36).


            Konstitusionalisme Reforma Agraria

            Bagi kita,wujud nyata dari “kematian petani” ini mencemaskan
            karena komitmen kita pada konstitusi, khususnya pasal 33 ayat
            3 yang berbunyi “Bumi, air dan kekayaan yang terkandung di
            dalamnya dikuasai oleh negara untuk dipergunakan sebesar-besar
            kemakmuran rakyat”. Saya menganjurkan sudah saatnya UUD



                                                             Epilog     443
   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479