Page 478 - Konstitusionalisme Agraria
P. 478

daya alam, dan meletupnya konflik agraria dimana-mana. Disadari
            oleh sebagian besar promotor Ketetapan MPRRI ini bahwa Hak
            Menguasai Negara (HMN) pada prakteknya diatur dan dijalankan
            tidak secara terkordinasi, melainkan secara sektoral yang diatur
            oleh perundangan-undangan, kebijakan, kelembagaan, dan wilayah
            jurisdiksi masing-masing pengurusan agraria dan PSDA.
                 Satu bab dalam buku Konstitusi Agraria karangan Yance
            Arizona ini telah menunjukkan bahwa berbagai perundang-
            undangan menampilkan tarsir (dan salah tafsir) atas Hak Menguasai
            dari Negara, yang rujukan tafsirnya bersumber dari pasal 33 ayat 3
            itu. Perbedaan tafsir itu bermuara pada perbedaan rumusan dan
            ruang lingkup kewenangan pemerintah yang berbeda-beda pula.
            Ditunjukkan pada bab 7 bahwa Mahkamah Konstitusi Republik
            Indonesia telah bekerja dan menunjukkan kekeliruan sejumlah
            pasal penting dalam perundang-undangan sektoral, misalnya pada
            putusan Hakim MK perihal sebagian pasal pada Undang-undang
            No. 25/2005 tentang Penanaman Modal Asing, Undang-undang
            No. 18/2004 tentang Perkebunan, Undang Nomor 27/2007 tentang
            Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Undang-
            undang No. 41/1999 tentang Kehutanan, dan Undang-undang
            Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,
            dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan
            dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Saat Epilog ini ditulis
            MK baru saja mengumumkan Putusan mengenai Pengujian atas
            Undang-undang nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan
            Pemberdayaan Petani bahwa frasa yang membolehkan negara
            menyewakan tanah dan petani penggarap membayar sewa terhadap
            negara dinyatakan tidak berlaku karena melanggar pengertian dari
            konsep penguasaan negara sebagaimana dimaksud pasal 33 ayat 3
            UUD 1945, dan penjabarannya dalam UUPA 1960.
                 Lebih lanjut Yance Arizona menunjukkan pada bab 8 dari
            buku ini, bahwa MK telah membuat rujukan baru mengenai konsep
            penguasaan negara sebagaimana dimuat pasal 33 ayat 3 UUD 1945.
            Dalam putusannya atas perkara nomor 001-021-022/PUU-I/2003
            mengenai judicial review atas Undang-undang Nomor 20 Tahun 2002


                                                             Epilog     447
   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483