Page 14 - Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat (Hasil Penelitian Strategis PPPM STPN 2014)
P. 14

PPPM - STPN Yogyakarta              Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat

 lebih konkrit. Sebagai sebuah potret dan profil dari ragam persoalan
 penataan dan pengelolaan pertanahan, pengembangan secara lebih
 mendalam pada site-site riset yang berbeda sangat penting untuk
 dilakukan.      KEBIJAKAn PEnGELOLAAn PERtAnAHAn
                                  DI PULAU LEMBEH
 Selamat Membaca






                              Widhiana HP, Akur Nurasa, dan Wahyuni




               A.  Pendahuluan


               Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 telah mengamanatkan kepada Negara
               untuk dapat mensejahterakan rakyat melalui pengelolaan berbagai
               kekayaan alam di Indonesia. Negara dengan Hak Menguasai Negara
               (HMN) berwenang untuk mengatur penguasaan, penggunaan, dan
               pemanfaatan  sumber-sumber  tersebut  melalui  pemberian  ke-
               wenangan  pengawasan  dan  pengaturannya  sehingga  tiap-tiap
               anggota  masyarakat  dari  sabang  sampai  dengan  merauke  dapat
               merasakan perlakuan dan perlindungan yang sama dalam bidang
               pertanahan  sebagai  bagian  dari  Negara  Kesatuan  Republik

               Indonesia.
                   Pengelolaan pertanahan di wilayah Indonesia telah menjadi ke-
               wenangan  mutlak  pemerintah  yang  didelegasikan  kepada
               Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
               Lembaga ini telah diberikan mandat oleh negara sebagai pengemban
               amanat  UU  No.  5  Tahun  1960  tentang  Peraturan  Dasar  Pokok-
               pokok  Agraria  untuk  mewujudkan  tanah  bagi  sebesar-besar  ke-

               makmuran  rakyat.  Kebijakan  pertanahan  yang  diterapkan  di
               seluruh wilayah Indonesia adalah sama dan seragam dengan tanpa
               mengabaikan potensi/ kekhususan karakteristik pertanahan yang
               ada  di  tiap-tiap  wilayah  di  Indonesia.  Hingga  dapat  dipastikan

 12                                                                           13
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19