Page 15 - Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat (Hasil Penelitian Strategis PPPM STPN 2014)
P. 15

PPPM - STPN Yogyakarta                                                                                             Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat

            bahwa dengan menjunjung asas equality before the law , tiap-tiap                              telah  mengalokasikannya  untuk  di  redistribusikan  kepada
                                                                   1
            bagian dari NKRI akan mendapatkan perlakuan yang sama dalam                                   masyarakat  serta  penggunaan  lain  yang  disesuaikan  dengan  tata
            pengelolaan pertanahan khususnya.                                                             ruang  wilayah  setempat.  Hal  ini  dikukuhkan  melalui  Keputusan
                Pulau Lembeh adalah sebuah pulau yang masuk dalam wilayah                                 Menteri Dalam Negeri No SK.170/DJA/1984 tanggal 5 September
            administrasi  Kota  Bitung  Propinsi  Sulawesi  Utara.  Secara                                1984 yang menegaskan bahwa tanah Pulau Lembeh seluas 5.040
            administratif pulau ini terbagi dalam 2 kecamatan, yaitu Kecamatan                            Ha  adalah  tanah  yang  dikuasai  langsung  oleh  Negara,  yang
            Lembeh Utara dan Lembeh Selatan. Pulau ini juga terkenal karena                               selanjutnya menjadi objek redistribusi dalam rangka pelaksanaan
            menjadi  alternatif  utama  lokasi  diving  selain  Bunaken  dengan                           Landreform  dan  untuk  keperluan  Instansi  serta  pembangunan
            keindahan bawah laut yang luar biasa. Pulau ini sangat potensial,                             lainnya.  Dalam  SK  Mendagri  tersebut,  peruntukan  penggunaan

            letaknya  yang  strategis  di  bibir  Samudra  Pasifik  membuatnya                            Pulau Lembeh ditentukan sebagai berikut:
            menjadi tujuan investasi di masa mendatang. Pulau ini menawarkan
            keindahan  alam  laut  yang  menarik  banyak  wisatawan  asing  ke                                1.  Seluas 2.740 Ha. sebagai objek redistribusi dalam rangka
            Sulawesi. Sehingga nilai investasi dari bidang pariwisata menjadi                                     pelaksanaan  Landreform  yang  selanjutnya  dapat  di-
            unggulan yang menopang perekonomian masyarakat sekitar.                                               redistribusi/diberikan Hak Milik kepada petani penggarap
                Keindahan panorama alam Pulau Lembeh ternyata menyimpan                                           sesuai  dengan  ketentuan  dalam  Peraturan  Pemerintah
            potensi konflik pertanahan yang besar di wilayah Sulawesi Utara.                                      Nomor 224 Tahun 1961, dan sisanya diperuntukkan bagi:

            Permasalahan pertanahan di pulau ini sudah sangat terkenal karena                                 2.  Daerah Hutan Lindung seluas 1.000 Ha
            tidak kunjung terselesaikan. Entah apa yang menjadi penghambat-                                   3.  Sarana Umum seluas 150 Ha
            nya, namun permasalahan yang ada cenderung terkatung-katung                                       4.  Pemukiman seluas 150 Ha
            dan  tak  berujung  sehingga  membawa  imbas  terhadap  program-                                  5.  Penyediaan Tanah Kritis Pantai seluas 200 Ha
            program pemerintah lainnya yang turut tersendat atas wilayah ini.                                 6.  Untuk Keluarga Xaverius Dotulong seluas 300 Ha
            Khususnya  yang  terkait  dengan  kepemilikan  tanah  di  daerah                                  7.  Perkembangan Kota Administratif Bitung seluas 500 Ha
            tersebut.                                                                                         Dalam  SK  Mendagri  tersebut  juga  menginstruksikan  kepada
                Persoalan  pertanahan  di  Pulau  Lembeh  sudah  ada  sejak                               Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Utara bersama-sama
            bebarapa tahun silam. Dimulai dengan adanya klaim sepihak dari                                dengan Panitia Pertimbangan Landreform Propinsi Sulawesi Utara,

            sekelompok orang yang menyatakan diri sebagai ahli waris Xaverius                             Bupati Kepala Daerah Tingkat II Minahasa, Walikota Administratif
            Dotulong  yang  mengaku  sebagai  pemilik  seluruh  tanah  di  Pulau                          Bitung untuk:
            Lembeh. Meskipun banyak fakta yang diajukan untuk memperkuat
            kedudukan  mereka  sebagai  bukti  kepemilikan  tanah,  namun                                 1.  Menetapkan Peta Lokasi Peruntukan Penggunaan Tanah Pulau
            kenyataan  pemerintah  menyatakan  bahwa  tanah-tanah  di  Pulau                                  Lembeh yang sebenarnya;
            Lembeh sebagai tanah negara. Dan atas tanah negara ini, pemerintah                            2.  Memproses penyelesaiannya atas tanah sebagaimana dimaksud
                                                                                                              di atas sesuai dengan peraturan dan tata cara yang berlaku serta
            1   Esmi  Warassih.  2005.  Pranata  Hukum  Sebuah  Telaah  Sosiologis.  Semarang:
                Suryandaru Utama: Hal 35.

            14                                                                                                                                                           15
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20