Page 135 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 135
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
Sebagai Guru Besar Tidak Tetap di STPN, Prof. Boedi Harsono
mengasuh Mata Kuliah Hukum Agraria dan Perbandingan Hukum
Tanah. Pada awalnya untuk sementara, Prof. Boedi Harsono diban-
tu oleh Bapak Soediro, S.H. (pada waktu itu juga sebagai Ketua
STPN yang pertama, yang memimpin pada tahun 1993-1995)
sebagai asisten beliau dalam mengasuh kedua Mata Kuliah di atas.
Kemudian untuk kepentingan kaderisasi posisi asisten Prof. Boedi
Harsono dilanjutkan oleh Saudari Nomadyawati yang hanya mem-
bantu beliau kurang dari 1 (satu) tahun, karena Saudara Nomadya-
wati akhirnya memutuskan untuk melanjutkan Program Spesialis
Notaris di Universitas Indonesia (UI) Jakarta, sehingga harus
mengundurkan diri sebagai PNS dari STPN. Pencarian asisten
Prof. Boedi Harsono segera dilakukan oleh Ketua STPN dengan
mengusulkan Sdr. Oloan Sitorus. Ketika Ketua STPN Bapak
Soediro, S.H. pada awal tahun 1995 mengusulkan Sdr. Oloan
Sitorus, ada semacam seleksi melalui sedikit wawancara dari Prof.
Boedi Harsono, dan akhirnya beliau memutuskan: “saya tidak
keberatan dibantu oleh Saudara Oloan Sitorus”. Rasa haru dan
syukur memenuhi perasaan penulis, sebab sejak memasuki STPN
di akhir tahun 1993, penulis memang sangat mengharapkan dapat
diasuh oleh Begawan Hukum Agraria itu.
Posisi Prof. Boedi Harsono sebagai Tim Pembina STPN (pada
perkembangan selanjutnya disebut Dewan Penyantun STPN) terus
diperankan beliau sampai pada akhir hayat beliau. Hal menarik
yang pernah dialami penulis (OS) sebagai Sekretaris Tim Pembina
STPN, adalah ketika akan merevisi Kurikulum Program Diploma
IV Pertanahan pada awal tahun 1997. Pada awalnya, ada pan-
dangan untuk mengubah jurusan yang ada pada Program Di-
ploma IV Pertanahan STPN yang terdiri dari Jurusan Manajemen
Pertanahan dan Jurusan Perpetaan menjadi lebih bervariasi dan
122

