Page 138 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 138
Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria ....
Penasihat Ahli Menteri Negara Agraria/Kepala BPN
Meskipun pada tanggal 31 Mei 1979 tugas formal Boedi
Harsono berakhir, peran beliau tetap dibutuhkan dalam proses
pembangunan pertanahan/keagrariaan. Ketika Badan Pertanahan
Nasional (BPN) dibentuk tahun 1988, Boedi Harsono diangkat
sebagai Penasihat Ahli Kepala BPN, kemudian ketika otoritas
pertanahan/agraria menjadi Kantor Menteri Negara Agraria/BPN
tahun 1993, Boedi Harsono tetap mendapat kepercayaan sebagai
menjadi Penasihat Ahli Menteri Negara Agraria/Kepala BPN.
Meskipun posisi Penasihat Ahli Menteri Negara Agraria/
Kepala BPN bukan jabatan struktural, namun dalam praktik dan
kebiasaan penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Kantor
Menteri Negara Agraria/Kepala BPN, peran Penasihat Ahli tam-
paknya disetarakan dengan Eselon I. Dalam praktiknya, posisi
Prof. Boedi Harsono sebagai penasihat ahli tampak sangat kon-
tributif dalam proses penyelenggaraan pertanahan, khususnya
dalam memberikan pandangan-pandangan hukum kepada
Kepala BPN dan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN yang pada
waktu itu dijabat oleh Bapak Ir. Soni Harsono. Prof. Boedi Harsono
pernah mengatakan, sesungguhnya pada awal-awal memimpin
BPN, Pak Soni Harsono belum memiliki pengetahuan Hukum
Tanah yang memadai, namun karena beliau sangat intensif men-
dengar pandangan-pandangan Prof. Boedi Harsono, maka dalam
waktu singkat Pak Soni Harsono dapat menguasai semua aspek
Hukum Tanah dengan baik. Pak Soni Harsono merasakan begitu
pentingnya peran Penasihat Ahli dalam memimpin otoritas per-
tanahan/keagrariaan, sehingga beliau juga kemudian memasuk-
kan Prof. Maria SW Sumardjono sebagai Penasihat Ahli Menteri
Negara Agraria/Kepala BPN. Pada masa-masa berikutnya, Prof.
Maria SW Sumardjono bahkan pernah diangkat menjadi Wakil
125

