Page 141 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 141
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
Mata Kuliah Hukum Agraria, namun untuk mata kuliah HATAH saya
harus puas dengan nilai 6. Sewaktu saya membaca hasil ujian Hukum
Agraria maka timbullah keinginan yang kuat dalam diriku untuk lebih
memperdalam Hukum Agraria, oleh karenanya saya kemudian
memutuskan untuk membuat skripsi di bidang Hukum Agraria dan
langsung di bawah bimbingan beliau, Boedi Harsono. Selesai bimbingan
tanpa diuji saya langsung dinyatakan lulus dengan mendapatkan nilai 7
(pada masa itu nilai 7 adalah nilai yang tertinggi). Dengan nilai yang
saya dapat tersebut saya menjadi wisudawati terbaik lulusan FHUI Tahun
1976. Begitu lulus Sarjana Hukum langsung beliau menanyakan kepada
saya “apakah kamu mau jadi asisten saya ?” Pada saat itu saya terkejut,
namun langsung menjawab “tentu saja saya mau jadi asisten Bapak,
tetapi saya ingin berlibur dahulu ke Australia karena ada undangan dari
tamu saya”. Kebetulan pada saat itu saya bekerja sebagai Pramuwisata.
Kesan pertama dari kebaikan beliau yang tidak dapat saya lupakan adalah
beliau langsung menjawab: “oh…tentu saja bisa, asal anda menyiapkan
surat lamaran kepada Dekan Fakultas Hukum UI dan nanti saya akan
urus sehingga pada saat anda kembali dari berlibur segala sesuatunya
sudah beres”.
Ternyata Beliau menepati janjinya, sekembalinya saya dari berlibur
sudah ada panggilan dari Dekan FHUI yang pada waktu itu dijabat oleh
Bapak Padmo Wahyono, S.H. (Almarhum Prof. Padmo Wahyono, S.H.)
yang meminta saya untuk segera bekerja sebagai asisten Bapak Boedi
Harsono, S.H. Bapak Boedi Harsono juga sangat bijak karena beliau tahu
bahwa bekerja sebagai asisten dosen memperoleh penghasilan yang sangat
minim sehingga beliau hanya meminta agar saya selalu ada pada hari-
hari perkuliahan, hari ujian dan tepat waktu dalam menyelesaikan koreksi
ujian, namun selebihnya saya dibebaskan untuk mencari pekerjaan di
luar FH UI untuk menambah penghasilan saya. Pada saat itu, kira-kira
permulaan tahun 1979, saya diijinkan oleh beliau untuk bekerja di
128

