Page 145 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 145

Oloan Sitorus & Taufik N. Huda

            peluncuran buku yang merupakan kumpulan tulisan-tulisan Guru Besar
            dan asisten-asisten Hukum Agraria dan buku saya yang rencananya akan
            diadakan di Hotel Atlet Century, Jakarta Selatan.
                Tidak berapa lama setelah pertemuan terakhir tersebut, saya mendapat
            kabar yang memberitahukan bahwa beliau sakit dan  dirawat di RS Eliza-
            beth Bekasi. Sewaktu beliau dirawat di rumah sakit, pada saat yang
            bersamaan, kebetulan  menurun pula kondisi kesehatan saya sehingga
            tidak dapat secepatnya menjenguk beliau di rumah sakit. Beberapa hari
            kemudian adik  asuhan saya, Sdri. Eka Sihombing mengabarkan bahwa
            Bapak masuk ICU. Lalu, Sdri. Eka Sihombing menyatakan: “sepertinya
            Bapak menunggu kedatangan Mbak Arie”. Alhamdulillah kondisi
            kesehatan saya sudah membaik, maka secepatnya saya mengunjungi beliau
            yang dirawat di ruang ICU RS. Elizabeth dan bertemu dengan kedua
            puteri Beliau. Dengan didampingi salah satu puteri beliau yaitu Mbak
            Rini saya masuk ke ruang ICU bersama-sama membacakan doa guna
            kesembuhan beliau. Di kala doa sedang kami bacakan tangan saya
            digenggam erat oleh beliau dan kami juga membimbing beliau untuk
            membaca surat Alfatihah. Melihat kondisi beliau yang sudah sangat
            memprihatinkan, lalu dalam Bahasa Jawa saya membisikkan sesuatu di
            telinga Beliau, yang artinya “kalau seandainya Bapak mau pergi, saya
            ikhlas dan saya berjanji akan meneruskan tugas-tugas dan cita-cita Bapak
            serta membimbing adik-adik, mahasiswa, Bapak yang tenang ya”. Sesudah
            itu saya terus memantau perkembangan kesehatan beliau dengan Mbak
            Rini via telepon.
                Pada suatu malam tepatnya satu hari sebelum kepergian beliau, beliau
            datang dalam mimpi saya dengan menggunakan kursi roda. Beliau masuk
            ke dalam aula Hotel Century tempat rencana acara peringatan ulang
            tahun saya yang ke 60 akan diselenggarakan. Beliau menatap saya sambil
            mengacungkan 2 jempol tangannya sambil tersenyum. Keesokan harinya
            kira-kira Pukul 13.30 WIB saya mendapat kabar dari Adinda Sdri. Eka
            132
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150