Page 147 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 147

Oloan Sitorus & Taufik N. Huda

            tas Trisakti. Mata kuliah yang diasuh adalah Pengantar Tata Hukum
            Indonesia.
                Pertemuan pertama itu memberikan kesan kepada saya bahwa bapak
            ini adalah guru yang penyayang, sabar, penuh kasih,  tetapi sangat disiplin
            dan senantiasa memperhatikan kerapihan. Tutur kata beliau ketika membe-
            rikan kuliah sangat runtut, sistematis,  jelas. Meski kami adalah warga
            baru di Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat beliau menyambut
            kami dengan hangat dan penuh kasih. Itulah yang saya rasakan.
                Tahun terus berlalu sampailah saya pada mata kuliah yang saat itu
            diberi nama Hukum Agraria II. Saat itu saya sudah mengetahui bahwa
            bapak adalah seorang besar, seorang ahli Hukum Tanah yang sangat
            terkenal. Usia bapak ketika itu tidak terlalu muda, 64 tahun, tetapi beliau
            masih sanggup naik sampai lantai 4 untuk memberikan perkulihan.
            Sungguh fisik yang luar biasa.
                Persyaratan mengikuti Mata Kuliah Hukum Agraria II yang diasuh
            beliau adalah harus membawa buku Hukum Agraria Indonesia (baik
            ‘sejarah penyusunan ..’, dan himpunan peraturan perundang-undangan),
            berpakaian rapih dan sopan, di kelas bukan hanya tidak boleh berbicara
            satu dengan yang lain tetapi juga tidak boleh kipas-kipas. Suatu hari saya
            memberanikan diri untuk menanyakan kepada bapak, mengapa kami tidak
            boleh kipas-kipas, padahal dengan ruangan yang terbatas, peserta lebih
            dari 100, dan ruangan tidak dilengkapi AC, tentu udara panas. Dengan
            tenang bapak menjelaskan, beliau terganggu konsentrasinya. Dengan sabar
            beliau menjelaskan bahwa yang merasa panas bukan hanya mahasiswa.
            Tidak seperti kebanyakan guru, mungkin akan marah dan menganggap
            pertanyaan saya ini sesuatu yang konyol dan bodoh.
                Cara beliau memberikan perkuliahan membuat saya semakin tertarik
            menekuni bidang Hukum Agraria. Dan pada akhirnya saya memutuskan
            untuk melakukan penelitian di bidang ini sebagai bahan skripsi. Pada
            saat itu persyaratan untuk dapat membuat skripsi bidang Hukum Agraria,

            134
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152