Page 146 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 146
Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria ....
Sihombing bahwa beliau telah pergi untuk selama-lamanya. Kesedihan
yang sangat mendalam saya rasakan atas kepergian beliau. Saya seperti
kehilangan pegangan, kehilangan tempat bersandar dan kehilangan
seorang Bapak dan guru yang terbaik buat saya. Tetapi saya harus ikhlas
menerima kepergian beliau dan saya harus memenuhi janji saya kepada
beliau.
Beberapa saat setelah kepergian beliau, saya mengadakan acara
syukuran dan sekaligus peluncuran buku saya yang sudah lama
direncanakan. Ketika acara tersebut berlangsung sepertinya saya
merasakan kehadiran beliau karena masih terlihat jelas ketika beliau
memasuki ruang hotel dan tersenyum kepada saya seperti di dalam mimpi
saya. Saya persembahkan acara ini untukmu Bapak, kau lah yang menjadi
inspirasiku dan penyemangatku dalam mengembangkan karir sampai
akhirnya menjadi seperti sekarang ini. “Selamat jalan Bapak ku…, guru
ku…., Professor of the Professores …. Semoga amal ibadah mu diterima
oleh Allah SWT….. Sugeng Sare Bapak…” - Anak mu – Arie,-
Prof. Arie Sukanti Hutagalung, S.H., MLI
(Guru Besar Tetap Hukum Agraria FH UI)
Boedi Harsono Guru dan Sahabatku
Irene Eka Sihombing
Pertemuan ku dengan Prof. Boedi Harsono pertama kali terjadi di
tahun 1983. Ketika itu saya menjadi mahasiswa tahun pertama Fakultas
Hukum (pada waktu itu bernama Fakultas Hukum Dan Pengetahuan
Masyarakat) Universitas Trisakti. Diiringi dua orang asisten beliau pada
saat itu, Ibu Sulianti Salimin dan Ibu Listyowati Sumanto, Prof. Boedi
Harsono memasuki Ruangan A2 Kampus A Fakultas Hukum Universi-
133

