Page 148 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 148

Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria ....

               harus melalui serangkaian ujian, dan terakhir wawancara oleh beliau.
               Hal ini dimaksudkan untuk melihat seberapa kuat dan seriusnya
               mahasiswa yang memutuskan menekuni bidang ini. Luar biasa senangnya
               saya, ketika beliau menyatakan saya layak melanjutkan keinginan saya
               untuk menyusun skripsi bidang Hukum Agraria. Diputuskanlah bahwa
               yang akan membimbing saya adalah Bapak Sunario Basuki, yang adalah
               asisten Prof. Boedi Harsono yang paling senior saat itu.
                   Singkat cerita saya menyelesaikan studi saya di Fakultas Hukum
               Universitas Trisakti bulan April 1988. Tidak lama kemudian Bapak
               Sunario Basuki meminta saya untuk menghadap Prof. Boedi Harsono.
               Saya tidak mengerti apa tujuan Bapak Sunario meminta saya untuk
               menghadap beliau. Ternyata beliau meminta saya untuk masuk dalam
               jajaran pengajar Hukum Agraria di Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
               Entah apa yang ada dalam benak saya pada saat itu, yang saya ingat saya
               langsung menjawab ‘ya’ saya bersedia. Merupakan kebanggaan yang
               luar biasa bagi saya ketika seorang Profesor Boedi Harsono meminta
               kesediaan saya untuk menjadi pengajar.
                   Tahun 1989 saya memutuskan untuk melanjutkan studi pada
               Pendidikan Spesialis Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Indo-
               nesia. Dan kembali saya berjumpa dengan bapak, sebagai murid. Berbeda
               dengan di S1, di sini bapak terlihat jauh lebih tegas. Salah satu ketegasan
               beliau adalah melarang mahasiswanya mencontek. Mungkin ini biasa.
               Yang luar biasa adalah pernyataan bapak: “Jika saudara kedapatan
               mencontek saat ujian mata kuliah yang saya asuh, maka selamanya saudara
               tidak boleh mengikuti mata kuliah saya. Saudara akan menjadi notaris.
               Seorang notaris harus dapat dipercaya.” Ini berarti jika kedapatan
               mencontek, konsekuensinya adalah keluar dari Program Notariat Fakultas
               Hukum Universitas Indonesia.
                   Sejak tahun 1985, bapak merintis berdirinya Pusat Studi Hukum
               Agraria di Fakultas Universitas Trisakti. Pusat studi ini dimaksudkan

                                                                   135
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153