Page 149 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 149
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
untuk melakukan segala kegiatan yang bersifat akademik, yang
berhubungan dengan Hukum Pertanahan. Pusat Studi ini mendapat
sambutan yang luar biasa. Di bawah kepemimpinan bapak, pusat studi
ini berkembang dan menjadi “sparing partner” Badan Pertanahan Na-
sional. Tidak sedikit kerja sama yang dilakukan. Selain dengan Badan
Pertanahan Nasional, juga dengan instansi, perguruan tinggi, dan orga-
nisasi profesi (dalam hal ini organisasi profesi Pejabat Pembuat Akta
Tanah).
Keberadaan bapak sebagai seorang guru besar bidang ilmu Hukum
Agraria, menjadikan Hukum Agraria sebagai bidang ilmu yang
mengalami perkembangan terutama di Fakultas Hukum Universitas
Trisakti. Di tahun 1990, Pimpinan Fakultas Hukum Universitas Trisakti,
saat itu Bapak Endar Pulungan sebagai Dekan, yang juga adalah murid
kesayangan bapak, mengusulkan dalam Rapat Senat Fakultas Hukum
untuk menetapkan Hukum Agraria sebagai bidang yang diunggulkan
dan menjadi warna atau ciri bagi lulusan Fakultas Hukum Universitas
Trisakti. Rapat Senat langsung menyetujui. Tentunya hal ini sangat
membanggakan sekaligus tantangan bagi bapak dan kami sebagai pengajar
Hukum Agraria untuk lebih intens mengembangkan bidang hukum ini.
Bagi bapak, Pusat Studi Hukum Agraria memiliki keistimewaan
lainnya, yaitu dari 19 (sembilan belas) orang pengurus dan anggota,
hanya 3 (tiga) orang yang laki-laki, termasuk bapak. Karena itu di
manapun berada, beliau selalu mengatakan bahwa bapak itu bahagia sekali
karena berada di tengah para wanita. Dengan nada canda, beliau menga-
takan “Ini membuat saya terurus dan terawat dengan baik”.
Di tahun 2003, terbit ketentuan baru di Universitas Trisakti untuk
menata ulang semua Pusat Studi yang ada di lingkup Universitas Trisakti.
Beliau harus memberikan presentasi tentang Pusat Studi Hukum Agraria
beserta seluruh aktivitas yang telah dan akan dilakukan. Sebagai Ketua
Pusat Studi bapak taat terhadap ketentuan yang diberlakukan ini, meskipun
136

