Page 136 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 136
Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria ....
mengikuti nomenklatur bidang-bidang pertanahan dalam praktik
di lapangan. Konkritnya, kedua jurusan hendak divariasikan
menjadi 4 (empat) jurusan, yakni Landreform, Land use (Tata Guna
Tanah), Hak Atas Tanah, dan Pendaftaran Tanah. Prof. Boedi
Harsono secara intensif menjelaskan kepada penulis bahwa
usulan penjurusan sesuai nomenklatur praktik pertanahan tidak
sesuai dengan ide awal pendirian STPN yang akan menghasilkan
lulusan yang ‘ahli’ pertanahan secara terpadu. Membuat jurusan
yang sangat bervariasi dikhawatirkan akan terjebak menjadikan
lulusan berpikir terkotak-kotak, padahal keterpaduan kompetensi
pertanahan merupakan kekhasan dan kekuatan dari lulusan Pro-
gram Diploma IV Pertanahan. Akhirnya, Tim Pembina STPN pun
setuju untuk tetap mempertahankan jurusan Program Diploma IV
Pertanahan dalam 2 (dua) jurusan, yakni Jurusan Manajemen Per-
24
tanahan dan Jurusan Perpetaan. Sampai saat ini, kedua jurusan
itulah yang tetap ada pada Program Diploma IV Pertanahan, na-
mun semakin menguat aspirasi untuk lebih pekat membedakan
materi-muatan kurikulum kedua jurusan.
Secara personal, penulis (OS) merasakan Prof. Boedi Harsono
sebagai sosok yang sangat disiplin, termasuk konsistensinya dalam
pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di STPN. Suatu ketika,
karena kesibukannya Prof. Boedi Harsono belum punya waktu
untuk memberikan materi perkuliahan untuk Mata Kuliah Per-
bandingan Hukum Tanah. Lalu, Kepala Bagian Administrasi
Akademik dan Kemahasiswaan STPN meminta penulis sebagai
asisten Prof. Boedi Harsono untuk memberikan soal mid-semester.
24 Selain itu, secara teknis tidak mungkin melakukan perubahan jurusan dalam
waktu singkat, sebab berkaitan dengan ijin penyelenggaraan dari DIKTI. Melakukan
perubahan jurusan berarti harus melakukan perubahan pada persetujuan
penyelenggaraan program studi yang diberikan oleh DIKTI.
123

