Page 11 - Lestari_Bahasa
P. 11
2
dikonsumsi tamu sebagai kebutuhan. Oleh karena
itu, berbagai upaya peningkatan kompetensi
berbahasa Inggris telah dilakukan oleh pihak
pimpinan/pemilik hotel, biro perjalanan dan restoran,
adalah dengan mendatangkan instruktur yang
tugasnya memberikan pelajaran mengenai:
bagaimana caranya berkomunikasi, memberikan
informasi yang jelas kepada tamu, memberikan
pelayanan yang sesuai kepada tamu yang datang ke
tempat itu.
Sejumlah studi turut mengukuhkan peran dan
fungsi bahasa dalam perkembangan pariwisata di
Indonesia. Salah satu studi menunjukkan pentingnya
kesantunan dalam tindak tutur di bidang pariwisata.
Murdana (2014) mengamati tuturan pramuwisata di
empat wilayah di Bali, yakni Badung, Gianyar,
Tabanan, dan Denpasar, dan mengkaji peringkat
kesantunan berdasarkan variasi tutur, jenis-jenis
tindak tutur, serta fungsi dan makna tindak tutur,
berdasarkan filosofi fenomenologis. Studi tersebut
menyimpulkan bahwa pramuwisata menggunakan
variasi tutur formal, informal, dan variasi tutur bidang
profesi, yang termasuk dalam jenis tindak tutur
lokusioner, ilokusioner, dan perlokusioner,
sedangkan fungsi dan makna tindak tutur
diklasifikasikan sebagai makna lokusi, makna ilokusi,
dan makna perlokusi.
Studi lainnya membahas tentang desain
pembelajaran bahasa Inggris bidang perhotelan.
Albakrawi (2013) menegaskan pentingnya
melakukan needs analysis sebelum menyusun

