Page 77 - Lestari_Bahasa
P. 77
68
bahasa tersebut dinamakan fungsi indikatif. Jika
Leech (1974) dan Bühler (1965) menyatakan fungsi
ekspresif digunakan untuk menunjukkan apa yang
dirasakan oleh pembicara, maka fungsi indikatif
digunakan dengan cara yang berbeda.
Pada data (14) yang telah ditampilkan
sebelumnya, frasa “but I am sorry” tidak hanya
merupakan ekspresi dari permohonan maaf, tetapi
menjadi penanda bahwa pihak restoran tidak dapat
mengakomodasi permintaan tamu. Demikian juga
halnya dengan frasa “no, thanks” menjadi penanda
penolakan tamu terhadap tawaran host. Inilah yang
membedakan fungsi ekspresif terdahulu dengan
fungsi indikatif, yaitu setiap eksponen yang
mengandung fungsi indikatif tidak hanya
mengekspresikan perasaan penutur, tetapi juga
menunjukkan suatu hal yang berkaitan dengan
konteks wacana.
Kutipan-kutipan data yang dipaparkan di atas
membuktikan bahwa fungsi ‘menyapa’,
berdampingan dengan fungsi ‘berbasa-basi’ yang
termasuk dalam kategori fungsi interaktif, tidak bisa
terlepas dari fungsi-fungsi bahasa lainnya yakni
fungsi informatif, dalam ‘menanyakan’,
‘menyatakan’, serta fungsi indikatif dalam
‘mengucapkan terima kasih’ dan ‘meminta maaf’.
Ketiga fungsi bahasa tersebut dibingkai oleh fungsi
permisif yang, meskipun menggunakan bahasa
Inggris non-standar, tetap menjaga proses
komunikasi agar berlangsung dengan nyaman dan
berterima bagi kedua pihak.

