Page 289 - AR DPBM-2016--SMALL
P. 289

Analisis & Pembahasan Manajemen   Tata Kelola Dana Pensiun    Laporan Keuangan Konsolidasi

                    Management Discussion & Analysis  Good Pension Fund Governance  Consolidated Financial Report
















                 •  Zona Kuning merupakan zona yang relatif masih aman   •   The Yellow Zone, a relatively safe zone with instruments
                   dengan tanggapan atas instrumen tersebut tetap perlu   needing to be regularly monitored periodically with
                   dilakukan monitoring secara berkala dengan beberapa   some considerations.
                   pertimbangan.
                 •  Zona  Oranye  menandakan  bahwa  risiko  yang   •   The  Orange  Zone,  indicating  that  the  risks  involved
                   terkandung dalam investasi tersebut cukup tinggi   in the investment are high enough to require more
                   sehingga tetap memerlukan  monitoring yang lebih   rigorous regular monitoring with intensive supervision.
                   ketat dengan pengawasan intensif.
                 •  Zona  Merah  disarankan  untuk  tidak  dilakukan   •   The  Red  Zone,  advising  against  any  investment
                   penempatan investasi pada zona tersebut.         placement in the zone.

              6.  Risiko Dukungan Dana                         6.   Funding Support Risk
                 Realisasi setoran iuran sebagai sumber pendanaan selama      The realization of contributions as a funding source in 2016
                 tahun 2016 dibandingkan dengan Desember 2015 mengalami   compared to December 2015 increased by Rp60.5 billion,
                 peningkatan sebesar Rp60,5 miliar atau meningkat 12,16%.   an increase of 12.16%. Based on DPBM’s Audited Financial
                 Berdasarkan Laporan Keuangan audited DPBM Desember   Statements as of December 2016, the pension benefit
                 2016, kewajiban manfaat pensiun terealisasi sebesar   obligations realized amounting to Rp5,647,474,747,160 or
                 Rp5.647.474.747.160,- atau 96,55% dari aset neto.   96.55% of net assets.

                 Berdasarkan Laporan Keuangan Pendiri Per 31 Desember      Based on the Founder’s Financial Statements as of
                 2016,  Pendiri memiliki aset  sebesar Rp1,04 triliun  atau   December  31,  2016,  the  Founder  had  assets  of  Rp1.04
                 meningkat 14,14% dibandingkan Desember 2015. Laba   trillion or an increase of 14.14% compared to December
                 tahun berjalan pada periode Desember 2016 mencapai   2015.  The  current  year  profit  for  the  period  up  to
                 Rp14,65 triliun. Rasio kewajiban terhadap ekuitas (DER)   December  2016  reached  Rp14.65  trillion.  The  Founder
                 Pendiri mengalami perbaikan yaitu dari 5,77 (tahun 2015)   ratio of liabilities to equity (DER) has improved from 5.77
                 menjadi 5,37 (tahun 2016).                       (2015) to 5.37 (2016).

                 Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh DPBM terhadap      From the assessment results conducted by DPBM on each
                 masing- masing aspek tersebut, dapat disimpulkan bahwa   aspect, it can be concluded that the risk value of DPBM is
                 nilai risiko penyelenggaraan DPBM adalah kategori risiko   in the low risk category. Some problems in DPBM that still
                 rendah.  Beberapa  permasalahan  di  DPBM  yang  masih   need attention are:
                 perlu mendapat perhatian adalah:
                 a.  Sertiplus BNI                                a.   Sertiplus BNI
                    Penempatan investasi DPBM pada instrumen Sertifikat      DPBM investment placement for a Certificates of
                   deposito sebesar Rp10 miliar pada tahun 2002     deposit of Rp10 billion in 2002 suffered a default due
                   mengalami gagal bayar karena disalahgunakan oleh   to  misuse  by  the  BNI  Branch  Head  who  provided
                   Kepala Cabang BNI dengan memberikan sertifikat   certificates  of  deposits  deposited  in  SDB  BNI  to
                   deposito  yang  disimpan  di  SDB  BNI  kepada  kredit   creditors of BNI as collateral for bad loans without the
                   debitur BNI sebagai jaminan kreditnya yang macet   knowledge of DPBM. Some of the efforts DPBM has
                   tanpa sepengetahuan DPBM. Beberapa hal yang telah   made to optimize the return of investment value are:
                   dilakukan DPBM untuk mengoptimalkan kembalinya
                   nilai investasi tersebut adalah :

















                                                                   Laporan Tahunan 2016 Annual Report | Dana Pensiun Bank Mandiri
                                                                                                                 289
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294