Page 292 - AR DPBM-2016--SMALL
P. 292
Ikhtisar Utama Laporan Manajemen Profil Dana Pensiun Bank Mandiri
Key Financial Highlights Management Report Dana Pensiun Bank Mandiri Profile
Sistem Pengendalian Internal
Internal Control System
Penerapan Sistem Pengendalian internal di Lingkup DPBM Internal Control System Implementation in DPBM
Secara umum, pemahaman tentang Sistem Pengendalian In general, the internal control system is a process that involves
Internal merupakan sebuah proses yang melibatkan Dewan the Supervisory Board, the Managing Board, and DPBM
Pengawas, Pengurus, dan pegawai DPBM yang dirancang employees designed to provide reasonable assurance on the
untuk memberikan keyakinan memadai atas pencapaian achievement of objectives that include:
tujuan yang meliputi:
• Menjaga keamanan pengelolaan Dana Pensiun. • Maintaining the security of pension fund management;
• Meningkatkan efektivitas pengelolaan dan efisiensi biaya. • Improving management effectiveness and cost efficiency;
• Menjamin keandalan laporan keuangan. • Ensuring reliability of the financial statements;
• Meningkatkan kepatuhan pada undang-undang dan • Improving compliance with established laws and
peraturan yang telah ditetapkan. regulations;
• Mengurangi dampak kerugian dan pelanggaran dengan • Reducing the impact of losses and violations based on the
tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. precautionary principle.
Sebagai bagian dari rangkaian proses yang dilakukan oleh As part of the process undertaken at all levels, internal control
seluruh jajaran, penerapan pengendalian internal dimulai implementation starts with the establishment of policies and
dari penetapan kebijakan dan strategi yang tertuang pada strategies outlined in the work plan and investment plan
rencana kerja dan rencana investasi yang telah ditetapkan established and approved by the Supervisory Board. The work
dan mendapatkan pengesahan dari Dewan Pengawas. plan and investment plan identifies risks that may affect DPBM,
Rencana kerja dan rencana investasi dirancang untuk dapat so DPBM can manage them based on its risk tolerance. The
mengidentifikasi risiko yang dapat mempengaruhi DPBM, necessary elements of internal control include:
sehingga DPBM dapat mengelola risiko yang timbul tetap
pada batasan risiko yang ditetapkan (risk tolerance). Agar
Pengelolaan DPBM senantiasa berada dalam keadaan
terkendali dan memadai, diperlukan elemen pengendalian
intern yang meliputi:
• Pengawasan manajemen dan budaya pengendalian. • Supervision of management and control culture;
• Identifikasi penilaian risiko. • Identification of risk assessment;
• Kegiatan pengendalian dan pemisahan fungsi. • Activity controls and segregation of duties;
• Sistem akuntansi, informasi dan komunikasi. • Accounting, information and communication systems;
• Kegiatan pemantauan dan koreksi penyimpangan. • Activity monitoring and deviation corrections.
Kelima komponen tersebut sejalan dengan internal control These five components are in line with the integrated
integrated yang dikembangkan oleh The Committee of internal control developed by The Committee of Sponsoring
Sponsoring Organization of Treadway Commission (COSO). Organization of Treadway Commission (COSO)
Proses pengendalian internal yang dilakukan oleh seluruh Internal control processes are carried out throughout DPBM
jajaran DPBM dimulai dari strategi yang ditetapkan dan beginning with the strategy and execution by all organizational
dijalankan oleh seluruh unit organisasi. Untuk itu, seluruh unit units. To that end, all units have an important role in the
organisasi memiliki peran penting pada proses pengendalian control process by performing control on each DPBM activity,
dengan melakukan pengendalian terhadap setiap aktivitas where the process will be reevaluated by Risk Management
kegiatan DPBM, dimana proses tersebut akan dievaluasi and Internal Audit. The results of the Risk Management and
kembali oleh Manajemen Risiko dan Audit Internal. Hasil Internal Audit evaluations and recommendations are discussed
evaluasi dan rekomendasi dari Manajemen Risiko dan for follow-up and continuous improvement in order to monitor
Audit Internal dibahas untuk ditindaklanjuti guna perbaikan the effectiveness of DPBM’s internal control. Each DPBM
dan secara berkesinambungan memantau efektivitas dari management activity should always consider the risk limits as
pengendalian internal DPBM. part of risk awareness for all DPBM lines.
292 Laporan Tahunan 2016 Annual Report | Dana Pensiun Bank Mandiri

