Page 148 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 148
ali qahar | Pendiri Pesantren ASSALAM
Bersama para santri
doa agar kelakmenjadi seorang Kiai. Sayangnya di pesanntren
ini, Aang tidak lama, kira-kira belum sampai setahun ia sudah
balik dan dipindahkan ke Sibubondo di pesantrennya KH. As’ad
Syamsul Arifin pasca muktamar NU 1984.
Di Situbondo, Aang sekolah formal di Madrasah Tsanawiyah
hingga selesai, kemudian melanjutkan ke jenjang SMA. Se-
lain itu, Aang juga mengulang Madrasah Ibtidaiyah Diniyah.
Di Madrasah Ibtidaiyah Aang masuk kelas tiga dan lanjut sele-
sai sampai kelas empat. Sewaktu ada kenaikan kelas ke tingkat
kelas lima, ia nekad mendaftar kembali langsung ke Madrasah
Tsanawiyah Diniyah, karena waktu itu jumlah santrinya sudah
sekitar lima belas ribuan maka tidak semua guru mengenalnya.
Hal ini dilakukan agar terhindar dari ustadzkiller, yang menjadi
pimpinan kamarnya yang waktu itu menjadi wali kelas lima di
madrasah ibtidaiyah. Ia sering kena marah oleh seorang ustadz
yang namanya masih sangat melekat di ingatannya. Bahkan
| 134

