Page 147 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 147

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            setahun, Aang sudah bosan dengan sekolah formal karena ban-
            yak aturan dan banyaknya pelajaran menjenuhkan. Kemudian
            Aang lebih menikmati pengajian yang diasuh oleh ayahnya dan
            mengikuti sekolah madrasah ibtidaiyah diniyah hingga usianya
            genap 11 tahun.

            Kemudian di usia 11 tahun tersebut, Aang anak betawi dikirim
            ayahnya ke Pondok Pesantren Buntet Cirebon di bawah asuhan
            KH. Mustamid Abbas. Di Cirebon ini ia menemukan alam be-
            bas yang biasanya hidup dalam tekanan disiplin ayahnya waktu
            masih di rumah. Saat anak-anak santri yang lain rajin sekolah ia
            sering bolos ke pesantren lain.


            Perlu di ketahui suasana Buntet pada tahun 1981 saat itu sudah
            banyak  pesantren,  tentu  saja  tidak  semua  kiai  menghafal  na-
            ma-nama santrinya sendiri. Hal ini digunakan kesempatan oleh
            Aang untuk bolos nongkrong ke tempat pesantren lain. Meski-
            pun demikian, ia menghatamkan Alquran lagi di bawah asuhan
            KH. Hafas Abdul Karim, adik dari KH Mustamid Abbas. Meski
            tiga tahun tinggal di Buntet, Aang tidak menamatkan sekolah
            Formalnya. Namun bagi ayahnya tidak masalah, selama masih
            ngaji dan mau tinggal dipesantren.


            Kemudian Aang dipindahkan oleh ayahnya ke pesantren Jambu
            Dipa Warung Kondang Cianjur, pesantren yang terkenal diasuh
            oleh Aang Nuh, namun saat itu Aang Nuh sudah wafat, diterus-
            kan oleh KH. Muhyidin. Di sinilah Ali Qahar, medapat sebutan
            Aang, baik oleh temen-temennya di pesantren dan juga keluar-
            ganya dirumah. Aang dalam pengertian sunda adalah Kiyi atau
            pemuka agama.

            Ali yang dipanggil Aang tersebut menjadi panggilan akrab di
            keluarga  Betawi  maupun  di  pesantrennya,  sekaligus  sebagai



                                                                      | 133
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152