Page 150 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 150

ali qahar |  Pendiri Pesantren ASSALAM


            ketat bagi anak-anak yang masih duduk di madrastah ibtidaiyah
            diniyah, meskipun mereka dibebaskan untuk menggunakan se-
            ragam apa saja yang penting rapi. Sementara ketika sudah ma-
            suk Tsanawiyah para santri diwajibkan menggunakan seragam,
            dan saat itulah guru wali murid kelas lima ibtidaiyah diniyah
            sekaligus pimpinan kamarnya terkejut melihat Aang sudah ber-
            pakaian seragam. Kelebihannya adalah anak-anak santri yang
            sudah berseragam tidak boleh lagi dimarahi atau diatur sede-
            mikian rupa sebagaimana waktu masih ibtidaiyah. Jadi Aang su-
            dah terbebas dari amarah ustad yang mimpin ruangan kamarnya.

            Namun, kebiasaan  Aang yang sering kabur dari pesantren
            melihat suasana kota masih terus berjalan. Padahal sistem se-
            kolah diniyahnya sangat ketat, bagi santri yang masuknya ku-
            rang dari 70 persen tidak boleh mengikuti ujian. Sehingga saat
            teman-temannya naik ke kelas dua, Aang masih mengulang ke-
            las satu. Baginya sekolah tidak lagi penting, yang penting adalah
            punya kemampuan.


            Tak Pernah Tahu Jasad Terakhir Ayah-Ibunya

            Kenakalan Aang diketahui oleh keluarganya, akhirnya dia kemu-
            dian dipindahkan ke Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri, di
            sini Aang diwajibkan oleh keluarga untuk melanjutkan pendi-
            dikannya tingkat atas atau SMA yang sempat terbengkelai wak-
            tu di Situbondo.

            Saat di Kediri, Ayahandanya yang sudah sepuh pesan ke sauda-
            ra-saudaranya jika kelak meninggal agar seluruh anaknya yang
            masih di pesantren tidak perlu dikabari. Biarkan mereka fokus
            mengaji, begitu juga hal ini berlaku untuk Aang. Ketika Ayahan-
            nya wafat, Aang pun tak diberi kabar.





            | 136
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155