Page 194 - sektorpublik
P. 194

UU  ini  tidak  berbeda  dengan  UU  Prosedur  Administrasi  Negara  Untuk

            Negara Federal (Pusat).
                    LASA Brandenburg menjadi salah satu gambar pengejawantahan

            pemisahan antara pemerintah dan administrasi negara. Jika Pemerintah
            sebagai  pihak  yang  membuat  kebijakan,  LASA  Brandenburg  menjadi

            pihak  yang  mengimplementasikannya,  salah  satunya  mengambil

            Keputusan  Tata  Usaha  Negara  mengenai  pihak  mana  yang  akan
            menerima dana tanpa campur tangan Pemerintah.  Lebih  lanjut  tentang

            LASA Brandenburg: http://www.lasa-brandenburg.de.
                    LASA Brandenburg menjadi salah satu gambar pengejawantahan

            pemisahan antara pemerintah dan administrasi negara. Jika Pemerintah

            sebagai  pihak  yang  membuat  kebijakan,  LASA  Brandenburg  menjadi
            pihak  yang  mengimplementasikannya,  salah  satunya  mengambil

            Keputusan  Tata  Usaha  Negara  mengenai  pihak  mana  yang  akan
            menerima dana tanpa campur tangan Pemerintah.  Lebih  ianjut  tentang

            LASA Brandenburg: http://www.lasa-brandenburg.de


            B.  Implementasi Undang-Undang (Implementation of the Law)

                    Implementasi  suatu  undang-undang  di  Indonesia  memerlukan
            perincian pelaksanaan secara berjenjang menurut hierarki tertentu hingga

            ke  level  teknis  melalui  peraturan  pemerintah  (PP),  peraturan  menteri
            (permen),  petunjuk  teknis  direktorat  jenderal  hingga  surat  keputusan

            direktur  jenderal.  Ketiadaan  peraturan  pelaksana  sebagai  rincian

            peraturan  perundangan  di  atasnya  pada  tataran  praktek  di  Indonesia
            sering    menyebabkan        ketiadaan    pelaksanaan.amanat        peraturan

            perundangan itu.




                                                                                       191
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199