Page 197 - sektorpublik
P. 197

Beranjak ke kasus lain, hal yang tidak konsisten terjadi pada kasus

            sertifikasi dosen. UU yang mengatur sertifikasi dosen bisa berjalan tanpa
            PP tetapi  melalui Peraturan Menteri. Dalam Bab Menimbang Peraturan

            Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 42 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi
            Dosen  disebutkan,  bahwa  “Peraturan  Pemerintah  yang  diamanatkan

            dalam Pasal 47 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan

            Dosen  belum  terbit”.  Namun,  karena  “berdasarkan  Pasal  82  ayat  (1)
            Undang-Undang  Nomor  14  Tahun  2005  tentang  Guru  dan  Dosen.

            Pemerintah wajib melaksanakan program sertifikasi pendidik paling lama
            dalam  waktu  12  bulan  terhitung  sejak  berlakunya  Undang-Undang

            tersebut” dan “tugas pemerintahan dalam program sertifikasi dosen tidak

            boleh berhenti dengan alasan belum ditetapkannya peraturan pemerintah
            yang menjadi dasar pelaksanaan sertifikasi dosen”, maka ,,untuk mengisi

            kekosongan  hukum  pelaksanaan  program  sertifikasi  dosen,  perlu
            menetapkan  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  tentang  Sertifikasi

            Dosen”.


            C.  Independensi  Pegawai  Negeri  Sipil  dan  Pegawai  Publik

                (Independence of Civil Servants and Public Servants)
                    Berdasarkan pengupahan/penggajian, laskar abdi negara Jerman

            terbagi ke dalam Beamte (pegawai negeri sipil dan polisi), hakim, tentara
            dan  Tarifbeschaeftigte  (Karyawan  Berdasarkan  Tarif).  Karyawan

            Berdasarkan  Tarif  terbagi  ke  dalam  Angestellte  dan  Arbeiter  im

            oeffentlichen Dienst (Pegawai dan Buruh Publik).
                    Syarat menjadi Beamte adalah kewarganegaraan Jerman dan Uni

            Eropa,  sedangkan  pegawai  publik  tidak  diharuskan  demikian.  Bila
            pengangkatan  pegawai  negeri  itu  berdasarkan  keputusan  administrasi


                                                                                       194
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202