Page 202 - sektorpublik
P. 202

Sebagai contoh di Jerman, kasus sanggahan spektakuler dilakukan

            oleh Dr. Winfried Maier, seorang jaksa di Augsburg. Ia menolak perintah
            atasannya guna memendam kasus korupsi yang melibatkan parpol yang

            berkuasa, CSU (Partai Uni Sosial Kristen), para pejabat tinggi, manajer
            perusahaan Thyssen, dan putra mantan Kepala Daerah Bavaria saat itu,

            Frans  Josef  Strauss.  Akhirnya  kasus  ini  menyeret  kalangan  atas  ke

            pengadilan .
                    Alhasil, instrumen penyanggahan itu, dapat membantu pencegahan

            korupsi secara dini. Ada pula instrumen-instrumen lain demi pengamanan
            pegawai  negeri  dari  kesewenang-wenangan  pejabat  politik  tetapi  tidak

            hendak  dibicarakan  dalam  tulisan  ini.  Dengan  hak  dan  kewajiban

            remonstrasi itu, kasus pemidanaan terhadap pegawai negeri yang terjadi
            terhadap Oentarto Sindung Mawardi, Dirjen Otonomi Daerah waktu lain,

            mungkin  tidak  harus  terjadi  akibat  ketaatan  dan  kesetiaannya  kepada
            pemerintah, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, jika Oentarto mengetahui

            bahwa radiogram itu bertentangan dengan peraturan yang berlaku.


            D. Netralitas Administrasi Negara

                    Netralitas  atau  ketidakberpihakan  dalam  tulisan  ini  tidak
            dimaksudkan  berbeda  secara  tegas  dengan  independensi  atau

            kemandirian  sebagai  istilah  yang  digunakan  dalam  butir  2.3.  di  atas.
            Namun, pada butir 2.4. ini lebih ditekankan posisi administrasi negara yang

            tidak  condong  pada  pihak  mana  pun  tanpa  justifikasi  hukum  yang

            dibenarkan konstitusi.
                    Netralitas  Administrasi  (sekaligus  Lembaga  Negara)  Jerman  itu

            tersiratkan  dalam  pernyataan  keharusannya  terikat  pada  Undang-
            Undanng  dan Hukum sesuai  dengan Pasal 20 ayat 3 UUD Jerman. Ini


                                                                                       199
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207