Page 196 - sektorpublik
P. 196
diterbitkan sekaligus, sebagaimana dapat dilihat pada diagram di bawah
ini.
Dapat dilihat pada diagram di atas, jenjang pelaksanaan UU di Jerman
lebih ringkas dan cepat. Pada kasus lain, peraturan/petunjuk teknis guna
melaksanakan UU Perjalanan Federal (Pusat) dibuat oleh Kementerian
Dalam Negeri Federal yang mengatur perjalanan dalam negeri bersama
Kementerian Luar Negeri yang mengatur perjalanan ke luar negeri.
Dengan perbandingan jenjang pelaksanaan UU tersebut, bisa
dipahami sebab UU RI Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional yang diterbitkan di masa Presiden Megawati
Soekarnoputeri pada 19 Oktober 2004, misalnya, tidak dapat berjalan.
Untuk menjalankan UU ini, peraturan pemerintah terkait tidak diterbitkan
pemerintah periode berikutnya, padahal, menurut Pasal 5 ayat 2 UUD RI
1945 hingga hasil amandemen keempat disebutkan, bahwa “Presiden
menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan Undang-Undang
sebagaimana mestinya”. Bandingkan dengan yang di Jerman, UU tersebut
langsung menjadi porsi administrasi negara, dalam hal ini Departemen
Sosial, untuk menanganinya sehingga dana iuran fakir miskin langsung
dibayarkan oleh administrasi negara, tanpa campur tangan pemerintah.
Alhasil, tak tergantung pada pemerintah yang berkuasa, fakir miskin akan
selalu meraup tunjangan sosial. Menjadi satu kejanggalan penulis ketika,
misalnya, Tempo menurunkan berita, “Karsono adalah pensiunan koki di
penjara Berlin. …. Uang pensiunannya hanya sekitar 200 Euro sebulan.
Agar memenuhi standar hidup orang Jerman, pemerintah memberi
tunjangan sosial hingga total ia mendapat 600 Euro” sebab pemberi
tunjangan sosial di Jerman adalah administrasi negara dan bukan
pemerintah.
193

