Page 393 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 393

Cantrik               :  “Murid” dalam sebuah padepokan
                       Catur lokapala        :  Kelompok dewa-dewa penjaga arah mata angin yang berjumlah empat
                       Cerita Panji dan Candra-  :  Kisah percintaan Panji dan Candrakirana yang merupakan keturunan Raja Janggala dan Kadiri
                       kirana
                       Chattra               :  Hiasan payung (bagian atas chaitya puncak)
                       Clupak                :  Lentera, biasanya terdapat di relung-relung candi
                       Culika                :  Bersikap culas
                       Cungkup               :  Penutup atau atap penutup candi
                       Dagoba                :  Lengkung Stupa
                       Damaru                :  Gendang dengan dua sisi pemukul
                       Darma karesyan        :  Tempat-tempat suci untuk para ܀܈L
                       Daru                  :  Cahaya dari langit sebagai pertanda kebahagiaan atau keberuntungan
                       'DĞDERGKLVDWWZDEKnjPL  :  Sepuluh tingkatan Bodhisattwa
                       'DĞD ORNDSƗOD         :  Kelompok dewa-dewa penjaga arah mata angin yang berjumlah sepuluh
                       Desa Perdikan         :  Desa yang diberikan pembebasan pajak oleh raja
                       'HYDJ৚KD              :  Rumah dewa
                       Deva-Nagari           :  Huruf atau aksara yang digunakan untuk bahasa Sansekerta dari India
                       Devayatanam           :  Tempat duduk atau tempat tinggal dewa, sama artinya dengan GHYDJ܀KD
                       Dewa                  :  Tokoh yang ditinggikan dan disembah oleh para penganut agama Hindu
                       Dewa Hindu            :  Tokoh yang dipuja dalam agama Hindu terdiri dari :LVQX  ĝLZD  %UDKPD, dll
                       Dewa Ruci             :  'HZD SHQJXDVD ODXWDQ  NKXVXVQ\D WHUNDLW GHQJDQ %KƯPD \DQJ PHQFDUL DLU VXFL
                       Dewi                  :  Tokoh yang disembah atau diagungkan seperti dewa, tetapi dalam bentuk perempuan
                       Dewi Uma              :  Istri Dewa ĝLZD
                       Dharanindra           :  Nama salah satu tokoh dalam Prasasti Kelurak
                       'KDUPDFDNUDPXGUƗ      :  Gerakan tubuh menyimbolkan menghidupkan roda hukum, mengacu pada khotbah pertama yang
                                                disampaikan oleh Sang Buddha di Taman Rusa Benares. Kedua tangan diangkat di depan dada,
                                                membuat bentuk roda dengan ujung jari menyentuh.

                       'KDUPDNƗ\D            :  Salah satu dari  7ULNƗ\D Sang Buddha dalam Buddha 0DKƗ\DQD
                       Dharma                :  Ajaran Buddha kepada muridnya
                       'KDUPPD ĞUƯ PDKƗUƗMD  :  Ajaran Buddha yang dilakukan oleh raja
                       Dhatu                 :  Tahapan yang harus dilalui oleh mereka yang ingin mencapai Ke-Buddha-an
                       'K\ƗQDPXGUƗ           :  Posisi tubuh menyimbolkan meditasi, dengan kedua tangan dipangkuan, telapak tangan mengahadap
                                                NH DWDV VDWX WDQJDQ GLDWDV WDQJDQ ODLQ  PXGUƗQ\D amitabha
                       Dhyani Bodhisattwa    :  Emanasi dari Dhyani Buddha (Tathagatha)
                       'LQDVWL ĝDLOHQGUD     :  Wangsa atau keluarga di Kerajaan Mataram Jawa Tengah (Mataram Kuno)
                       Dinasti Tang          :  Dinasti yang menguasai Cina pada tahun 618 sampai 907 Masehi
                       'XUJƗ                 :  6DNWL ĝLZD \DQJ EHUVLIDW krodha
                       'XUJƗ 0DKLĞƗVXUDPDUGLQƯ  :  'XUJƗ bertangan 8, 10, atau 12, masing-masing tangannya memegang senjata  dewa-dewa. Merupa-
                                                NDQ EHQWXN PHQDNXWNDQ GDUL HQHUJL ĝLZD \DLWX ĝLZD dalam hal ini GXUJƗ berperang dan mengalahkan
                                                asura berbentuk kerbau










        364
   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398