Page 394 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 394

'ZDUDSƗOD              :  Arca penjaga pintu
                      Ekskavasi              :  Penggalian yang dilakukan di mana terdapat indikasi temuan berupa benda purbakala
                      Emanasi                :  Proses terbentuknya wujud yang beraneka ragam dari tokoh tertentu
                      Figur                  :  Tokoh yang tergambarkan melalui bentuk arca, relief, dsb
                      Fragmen                :  Bagian atau pecahan dari artefak
                      Gada                   :  Senjata berupa pemukul berbentuk panjang
                      Gajayana               :  Anak Dewa 6LۦKD, merupakan salah satu raja di Kañjuruhan
                      Gana                   :  Makhluk berukuran kecil yang menjadi pengiring ĝLZD, bala tentara *DQHĞD, seringkali pada candi
                                                menyangga sesuatu bingkai atau pipi tangga
                      *DQGDZ\njKD             :  Merupakan cerita yang sangat penting, menggambarkan Sudhana, putera seorang saudagar kaya
                                                yang mencari kebenaran.  Ia bertemu berbagai pendeta dan Bodhisattwa, termasuk ĝLZD Mahadewa.
                                                Pada bagian akhir *DQGDZ\njKD  dikenal sebagai cerita Bhadracari,  menampilkan sumpah Sudhana
                                                untuk menjadikan Bodhisattwa Samantabhadra sebagai contoh hidupnya.
                      *DQHĞD                 :  Anak dari Dewa ĝLZD dan Parvati yang berkepala gajah dan berbadan manusia, memiliki empat tan-
                                                gan dimana masing-masing memegang mangkuk berisi manisan, pengusir lalat, patahan gading, dan
                                                kapak kecil. Selain itu, biasa disebut sebagai dewa ilmu pengetahuan dan penangkal bencana
                      Gapura                 :  Pintu gerbang
                      *DUEKDJ৚KD             :  Ruang utama candi
                      Garuda                 :  Wahana Dewa Wisnu
                      *DUXঌH\D               :  Cerita tentang Garuda
                      Gavaksa                :  Motif “mata sapi” (motif kudu)
                      Gaya  Singhasari       :  Gaya bangunan candi pada masa Kerajaan Singhasari Abad 12 sampai 14 M
                      Gaya Jawa Tengah       :  Gaya bangunan yang terdapat pada candi-candi Jawa Tengah abad ke 8 M sampai 10 M, disebut pula
                                                gaya Klasik Tua, disebut pula Gaya Mataram Kuno
                      Gaya Jawa Timur        :  Gaya bangunan yang digunakan pada candi-candi Jawa Timur abad ke 11 sampai 15, disebut juga
                                                gaya Klasik Muda
                      Gaya Wayang            :  Dipahat seperti wayang, pipih
                      Geblak                 :  Bahasa Jawa untuk jatuh tersungkur
                      *H৆WD                  :  Lonceng
                      Geometris              :  Ragam hias yang terdapat pada candi
                      Gerabah                :  Bahasa Jawa untuk benda terbuat dari tanah liat, biasanya digunakan untuk kegiatan sehari-hari atau
                                                sebagai alat upacara pemujaan kepada dewa

                      Gua pertapaan          :  Gua yang digunakan untuk bertapa, mengasingkan diri dari keramaian
                      Gudig                  :  Bahasa jawa untuk penyakit kulit
                       Guirlande              :  Hiasan berbentuk untaian bunga
                      Halaman candi          :  Bagian depan candi, difungsikan untuk berkumpulnya masyarakat
                      Hanuman                :  Salah satu tokoh pahlawan berupa kera dalam cerita Ramayana
                      Hanuman Duta           :  Kisah tentang Hanuman yang melakukan perjalanan ke Alengka untuk menyampaikan pesan Rama
                                                ke Sita
                      Harihara               :  Arca perwujudan Raden Wijaya, antara lain perpaduan Dewa ĝLZD dan Wisnu










                                                                                                                               365
   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399