Page 397 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 397

Lokeswara              :  Salah satu Dhyani Buddha
                      Lukat                  :  Ruwat
                      Madrim                 :  Ibu dari Nakula dan Sadewa
                      0DKDNƗOD               :  Perwujudan ĝLZD sebagai penghancur dunia


                      0DKƗPDQWUL             :  Sebutan untuk orang yang memiliki kekuasaan di kerajaan, seperti 0DKƗPDQWUL L KLQR
                      Maheswara              :  ĝLZD
                      Makara                 :  Binatang air mitos, merupakan mirip buaya, kadang-kadang dengan belalai gajah. Bersama dengan
                                                kala, makara digunakan untuk hiasan pintu dan relung candi.

                      0ƗQDVDUD               :  Kitab atau buku untuk membangun bangunan profan dan bangunan suci berasal dari India
                      0D৆ঌDOD                :  Tempat belajar ilmu agama disebut juga kadewaguruan
                      0D۬ڲDOD Sagara         :  Nama tempat mandala
                      0D۬ڲDOD Stupa          :  Tempat belajar ilmu Buddha
                      Mañjugosha             :  Nama lain dari Mañjusri
                      Mañjusri               :  Seorang Bodhisattwa yang bertugas membasmi kebodohan (avidya), bertangan dua, tangan kanan
                                                memegang pedang dan tangan kiri membawa buku (pustaka)
                      Matirtha               :  Membersihkan diri sebelum melakukan yoga dan upacara suci lainnya
                      0Ɨ\DPDWD               :  Salah satu panduan membuat bangunan (9ƗWXVDVWUD)
                      Medalion               :  Ragam hias pada candi berbentuk bulat
                      Men-men                :  Pertunjukan keliling
                      Miniatur candi         :  Candi dengan ukuran kecil
                      Mintaraga              :  Cerita di salah satu bagian dalam kisah Arjunawiwaha, biasanya tergambarkan dalam relief seorang
                                                pertapa  yang sedang digoda oleh dua perempuan di sekitarnya

                      Mitologi               :  Konsep atau dongeng suci yang menceritakan mengenai dewa dewi
                      Moksa                  :  Kebebasan, pelepasan dari samsara (perputaran kelahiran) atau penderitaan yang dapat dicapai den-
                                                gan menghapus segala keinginan; moksa dialami manusia setelah meninggal dunia

                      Monumenten Ordonnantie   :  Undang-undang kepurbakalaan di Indonesia pada zaman Belanda (1931)
                      Motif kertas tempel    :  Termasuk ke dalam ragam hias ornamental yang bersifat memperindah candi. Motif ini dapat diisi
                                                ÀRUDO DWDX JHRPHWULV

                      Motif .XڲX             :  Motif berbentuk lengkung tapal kuda yang diisi wajah dewa sebagai lambang face of glory. Oleh ka-
                                                rena itu, motif ini ditempatkan di atap candi atau gapura percandian. Candi Bima adalah satu-satunya
                                                candi yang memiliki motif kudu. Di India, motif kudu diisi dengan wajah dewa dan raksasa disebut
                                                NƯUWLPXNKD berfungsi sebagai penolak bala.
                      Motif Prambanan        :  Motif Prambanan terdiri atas pohon Kalpataru atau .DOSDZ܀NVD, yang diapit oleh binatang-binatang
                                                atau kinara kinari. Di antara dua relief NDOSDZ܀NVD terdapat relief singa dalam relung.
                      Mucukunda              :  Nama seseorang pendeta sakti
                      0XGUƗ                  :  Sikap tangan
                      1ƗJDUDN৚WƗJDPD         :  Kakawin yang mendeskripsikan Raja Hayam Wuruk dan perjalanan Hayam wuruk, disusun oleh
                                                penyair istana, Pu Prapanca pada tahun 1365; disebut juga Desawarnana










        368
   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402