Page 398 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 398

Nakula                 :  Anak hasil pernikahan Pandudevanata dengan Dewi Madrim

                      Nandi                  :  Wahana Dewa ĝLZD berbentuk sapi
                      1DQGƯVKZDUD            :  Salah satu aspek ĝLZD yang menjadi salah satu penjaga pintu candi
                      Natar                  :  Halaman
                      Navasanga              :  Kelompok dewa-dewa penjaga arah mata angin yang berjumlah sembilan
                      Nimna                  :  Bentuk sisi miring pelipit sisi genta
                      Nirguna                :  Tanpa sifat
                      1LUPƗQDNƗ\D            :  Salah satu NƗ\D (tubuh) Buddha yang terdapat pada pantheon agama Buddha (dalam Sang Hyang
                                                .DPDKƗ\ƗQLNDQ)
                      Nisan                  :  Tonggak pendek dan sebagainya yang ditanam di atas kubur sebagai penanda
                      Niskala                :  Kekuatan yang tidak berwujud; tanpa sifat, tanpa bentuk (rupa), dan tanpa guna
                      Padma                  :  Bunga teratai merah
                      3DGPƗVDQD              :  Tempat duduk arca yang berbentuk bunga teratai atau sikap duduk dengan cara menyilangkan kedua
                                                kaki di atas paha (bersila)
                      3DGPƗVDQD *DQGD        :  Tempat duduk arca yang berbentuk bunga teratai yang berlapis dua
                      Paduraksa              :  Bangunan berbentuk gapura yang mempunya atap
                      Pagar Langkan          :  Tembok pembatas lorong yang dibangun di sekeliling lantai candi
                      3DOHRJUD¿              :  Ilmu tentang aksara-aksara kuno
                      Pañcakarma             :  Lima hukum sebab akibat
                      Pañcakryta             :  Lima tugas yang sedang dijalankan ĝLZD yaitu penciptaan, perlindungan, penghancuran, menghilang-
                                                kan kebodohan, dan memberi hadiah-hadiah.
                      Pañcatantra            :  Cerita-cerita binatang yang mengandung sesuatu pelajaran dalam agama Buddha
                      Pandawa                :  Sebutan bagi kelima anak Raja Pandu dalam Cerita Mahabharata yaitu Yudhistira, Bhima, Arjuna,
                                                Nakula, dan Sadewa
                      Pandu                  :  Ayah dari kelima tokoh dalam cerita Mahabharata yaitu Yudhistira, Bhima, Arjuna, Nakula, dan
                                                Sadewa
                      Panil                  :  Bidang datar
                      Panji                  :  Tokoh cerita sastra nusantara lama menunjukkan sifat kepahlawanan yang mampu mengatasi segala
                                                tantangan atau pahlawan dalam cerita Panji
                      Panteon                :  Susunan dewa-dewa
                      3DUDPDĞLZD             :  Salah satu hakekat (tattwa) ĝLZD yaitu bersifat lembut (VnjNVPD) tidak bisa dibayangkan. Hakekat
                                                ĝLZD ini dikenal pada agama ĝLZD Siddhanta.
                      3ƗUDPDĞXQ\D            :  Konsep tertinggi dalam agama Buddha yang tidak berwujud
                      Pararaton              :  Sastra Jawa Kuno yang ada pada akhir abad ke-15, disebut juga Buku Para Raja, menyebutkan men-
                                                genai Kerajaan Singasari hingga Kerajaan Majapahit
                      Parit                  :  Lubang panjang di tanah tempat aliran air; selokan
                      Parswa-dewata          :  Dewa pengiring, biasanya arca diletakkan di relung bangunan suci
                      Partapaan              :  Pertapaan; tempat untuk meditasi, mengasingkan diri











                                                                                                                               369
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403