Page 312 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 312
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
Ditinjau dari segi latar belaang dan motivasinya, maka berdirinya
Badan Musyawarah tersebut jelas tidak dapat dipisahkan daripada
proses lahirnya Orde Baru yang ingin melaksanakan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. Secara
idial, BMOIWI melanjutkan peranan dan “Badan Permusyawaratan
Wanita Islam Indonesia” yang didirikan di Jakarta pada tanggal 13
Maret 1958.
Adapun para pemrakarsa adalah Ny. H. RABS Syamsuridjal,
Ny. Mahmudah Mawardi, dan Ny. S. Gitoatmodjo. Gagasan para
pemrakarsa tersebut didukung tokoh-tokoh dari organisasi-organisasi
perempuan Islam seperti Muslimat NU, Wanita Syarikat Islam,
Wanita Islam, Wanita Perti, Wihdatul Muslimat, dan Wanita Gasbiindo.
asar
asar, , TTujuan, dan Uujuan, dan Usahasaha
asar, Tujuan, dan Usaha
2. 2. 2. 2. 2. DD DD Dasarasar, , TTujuan, dan Uujuan, dan Usahasaha
Organisasi ini berdasarkan Islam dan berlandaskan Pancasila
serta Undang-Undang Dasar 1945. Adapun tujuannya adalah untuk
terwu-judnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Tuhan
Yang Mahaesa, serta terbinanya Uchuwah Islamiyah. Usaha-usaha
yang dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut adalah:
1. Meningkatkan kesadaran beragama dan bernegara.
2. Mengadakan kerja lama yang bermanfaat untuk kepentingan’
bersama.
3. Mengadakan ceramah-ceramah, diskusi-diskusi, tentang
keagamaan, keperempuanan, dan kemasyarakatan.
4. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan dasar dan
tujuan.
Struktur Organisasi
Struktur Organisasi
Struktur Organisasi
3. 3. 3. 3. 3. Struktur OrganisasiStruktur Organisasi
1. BMOIWI adalah berbentuk federasi organisasi yang
beranggota-kan organisasi-organisasi Islam perempuan yang bersifat
nasional/yang mempunyai cabang-cabang di daerah.
280
280

