Page 317 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 317
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
Kedudukan Wanita Indonesia” tersebut, dan mengusahakan
duduknya kembali Indonesia dalam Commission on the Status of
Women di PBB. Pada akhir tahun 1967 anjuran PTRI itu disampaikan
kepada KOWANI, yang segera menghubungi Sekretaris Jenderal
Departemen Sosial, Ny. Rusiah Sardjono, S.H. yang menyambut
anjuran PTRI dengan baik.
oses Pembentukan KNKWI
oses P
oses Pembentukan KNKWIembentukan KNKWI
1. 1. 1. 1. 1. PP PP Prr rr roses Poses Pembentukan KNKWIembentukan KNKWI
Atas prakarsa Departemen Sosial dan KOWANI, diadakan rapat
pada tanggal 15 Desember 1967 di Departemen Luar Negeri yang
dihadiri oleh 3 federasi organisasi perempuan yaitu KOWANI, KAWI
dan Koordinasi Wanita Sekber Golkar, juga beberapa tokoh
perorangan perempuan dan wakil Departemen Luar Negeri,
Departemen Kehakiman dan Departemen Sosial, untuk
membicarakan usaha pembentukan KNKWI.
Sebagai tindak lanjut, maka dibentuk Panitia Ad Hoc yang terdiri
dari Dra. Ny. Maftuchah Jusuf (KOWANI), Ny. Aisyah Aminy, S.H.
(KAWI) dan Ny. Soedarsono, S.H. (Koordinasi Wanita Sekber
Golkar) yang bertugas menyusun konsep Peraturan Dasar KNKWI.
Selanjutnya 3 federasi tersebut telah mengirim delegasi yang
terdiri dari: Dra. Ny. Maftuchah Jusuf (KOWANI), Ny. Aisyah
Aminy, S.H. (KAWI) dan Ny. Maria Ulfah Subadio, S.H. (Koordinasi
Wanita Sekber Golkar) untuk menghubungi pemerintah yaitu
Menteri Kesejahteraan Rakyat pada tanggal 27 Juni 1968. Sebagai
hasil keluarlah Surat Keputusan Menteri Negara Kesejahteraan
Rakyat No. 34/Kpts/Kesra/VII/1968 tertanggal 31 Juli 1968,
mengenai pembentukan KNKWI sebagai badan semi pemerintah.
Setelah keluar Surat Keputusan Menteri Kesra tersebut, baru
pada tanggal 29 Nopember 1968 diadakan pertemuan antara 3
federasi perempuan atas undangan KOWANI sebagai Ketua Periodik
Panitia Musyawarah 3 federasi, untuk membicarakan langkah-
285
285

