Page 178 - EBOOK_UMKM dan Globalisasi Ekonomi
P. 178

178
                                       UMKM dan Globalisasi Ekonomi



             kerjasama atau kemitraan antara UMKM dengan usaha besar. Kemitraan
             yang ideal dilandasi adanya keterkaitan usaha, melalui prinsip saling
             memerlukan, saling memperkuat, saling menguntungkan. Praktek ini telah
             banyak dikembangkan, baik dalam pola sub-kontrak, wara laba, inti-plasma,
             dan pola-pola kemitraa lainnya. Persahaan besar yang bergerak di sector
             otomatif seperti Toyota, Honda, disektor elektronik seperti sony, Panasonic

             merupakan beberapa contoh dalam penerapan pola-pola kemitraan.
                Melalui pola kemitraan ini, diharapkan terjadinya aleh teknologi dan
             mangemen dari perusahaan besar kepada yang lebih kecil. Di samping itu,
             pola kemitraan akan mendorong adanya peningkatan daya saing UMKM.
             Kemitraan akan membangun adanya kepastian pasokan produk, karenanya
             diatur dalam kesepakatan dalam bentuk kontrak.
                Selain kemitraan yang didasarkan pada inter-relasi atau keterkaitan usaha,
             di banyak Negara juga dikembangkan program kemitraan yang di dorong
             kerena kepedulian perusahaan besar untuk membina perusahaan kecil,

             khususnya usaha mikro dan kecil. Pola kepedulian perusahaan besar dalam
             bentuk social seperti yang sering disebut corporate social responsibility telah
             banyak dikembangkan. CSR sebagai salah satu solusi kemitraan dapat
             memperkuat daya saing UMKM. Kemitraan kuat akan mendorong UMKM
             kuat.


             b. Keunikan Budaya Sebagai Kekuatan UMKM
                Ada berbagai analisis tentang hubungan antara perilaku ekonomi dan
             budaya, yang sering terlihat mengenai kemampuan ekonomi kelompok etnis-
             etnis tertentu dalam berbisnis.
                Dalam literatur tentang Jawa misalnya, terdapat asumsi tersembunyi

             mengenai perilaku bisnis para pengusaha Jawa. Kelompok-kelompok orang
             Jawa yang berdagang di pasar, di antara mereka adalah pedagang ikan asin di
             Semarang, Pengrajin perhiasan emas di Kota Gede, pedagang batik dari Solo,
             dan pedagang tembakau dari Magelang dan Madura.    97
                Bagi masyarakat Jawa, bahwa setiap orang menginginkan kemajuan ma-
             terial atau ekonomik, seperti makan yang lebih enak, rumah yang lebih baik,
             kendaraan yang lebih cepat, tampak jelas dan melekat pada setiap orang
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183